7 Perilaku yang bikin Jodoh makin menjauh


Banyak yang bilang kalau sebenernya jodoh kita itu adalah cerminan dari diri kita sendiri. Artinya, kita itu mau jodoh yang seperti apa, yang bagaimana, ya kita tengok diri kita sendiri dulu, kira-kira pantas nggak dengan kualitas diri kita yang seperti ini mengharapkan jodoh yang kualitasnya berada di atas kita.

Setiap orang, pasti menginginkan jodoh yang terbaik bagi dirinya. Namun tidak semua orang berusaha memantaskan diri bagi jodoh terbaik itu sendiri. Ada hal-hal tertentu yang bisa jadi menyebabkan jodoh kita tak kunjung datang, padahal usia kita sudah kepala tiga.

Jodoh memang sesuatu yang bisa diikhtiarkan. Nah, berikut ini ada 7 perilaku yang bisa jadi merupakan penyebab mengapa jodoh yang selama ini kamu tunggu-tunggu tak kunjung kamu temukan.

1. Sering membuat status-status yang negatif atau tidak pantas di sosial media


Sekarang jamannya udah canggih, apa saja yang kita rasakan dan kita pikirkan bisa kita ungkapkan kepada banyak orang dalam lingkup wilayah yang sangat luas hanya mempostingnya di sosial media. Namun kamu juga perlu hati-hati, sebab orang lain biasanya akan menilai karakter dan kepribadianmu lewat status yang kamu tulis. Kalau yang kamu tulis itu hal-hal yang negatif dan tidak penting, maka orang-orang pun tidak akan berpikir panjang untuk memberikan stigma negatif sama kamu.

Salah satu ciri kedewasaan seseorang dalam aspek psikologis kestabilan emosi. Misalnya saja kamu sering mengumpat atau marah-marah di medsos. Marah merupakan salah satu bentuk emosi yang jarang orang bisa mengendalikannya. Kalau kamu masih sering marah-marah dan lost kontrol, ya tidak menutup kemungkinan jodoh terbaik yang mungkin dia adalah salah satu teman yang jadi stalker setia medsosmu jadi takut sama kamu bro.

2. Masih sering bermaksiat


Hal ini memang bawaan setiap manusia, kecuali para Nabi dan kekasihNya. Pantaskah diri kita yang masih sulit meninggalkan rutinitas kemaksiatan berharap jodoh terbaik yang senantiasa menjaga kesucian jiwa dan raganya? Kalaupun di masa lampau kita sudah terlalu banyak bermaksiat, maka jadikanlah hal itu sebagai pelajaran dan batu loncatan untuk memperbaiki diri. Insyaallah dengan istiqomah memperbaiki diri, kebaikan demi kebaikan akan Allah hadirkan dalam kehidupan kita, termasuk pendamping hidup.

3. Masih susah move on


Terkadang kita masih terjebak dalam kenangan masa lalu. Mungkin kita pernah merangkai kisah cinta dengan seseorang di masa lalu, akan tetapi akhirnya harus putus di tengah jalan. Padahal kita sudah sangat yakin bahwa dia adalah jodoh terbaik buat kita. Sementara seiring berjalannya waktu, si dia telah menemukan jodohnya yang mana itu bukan kita. Saat itulah kita mulai sadar akan kebodohan kita, yang sekian lama telah merelakan diri "ngejagain jodoh orang lain". Dan kita pun masih susah move on dengan sibuk mencari pengganti yang sama atau mirip seperti dia.

4. Sering bergaul dengan komunitas atau orang yang tidak baik akhlaknya


Walaupun kamu bukan bagian dari mereka, tapi kamu akan ikut menelan stigma negatif yang dapat mengakibatkan orang-orang yang tadinya ingin lebih jauh mengenal dirimu mengurungkan niatnya. Meskipun ketidakbaikan akhlak itu tidak selalu menular padamu, akan tetap lebih baik menjaga pergaulan dengan orang atau kelompok orang yang potensi ke arah positifnya lebih besar ketimbang negatifnya.

5. Suka mengekspos foto/video mesra dengan lawan jenis di sosial media


Selain merusak citra baikmu sendiri, hal itu juga mematikan pasaranmu. Kenapa? Tentu orang lain akan berpikir bahwa kamu sudah punya pasangan. Padahal sebenarnya dia hanya orang yang kamu ajak buat happy-happy aja.

6. Malas ibadah, jarang sedekah


Kemalasan kita dalam beribadah kepadanya, tentu sebanding dengan fasilitas yang akan kita dapatkan dariNya. Kalau mau jodoh yang terbaik, ya jalankan perintah untuk ibadah kepadaNya dengan sebaik-baiknya.

7. Kurang ikhtiar dan doa

Kalau jodoh yang ditunggu-tunggu belum juga nampak batang hidungnya, mungkin kita kurang dalam berikhtiar dan berdoa.

Akhir kata, urusan jodoh sepenuhnya memang di tangan Sang Pencipta, Allah subhaanahu wa taala. Uraian di atas hanyalah sarana instrospeksi diri agar kita jadi lebih baik hingga pada akhirnya Allah datangkan jodoh terbaik untuk kita. Sejatinya, pilihan Allah pasti terbaik untuk kita, meskipun mungkin kita kurang berkenan menerimanya. Semoga Allah segera mempertemukan para jomblo karatan yang semakin menua dengan jodoh terbaik yang dapat membahagiakannya di dunia sampai surga. Amin..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...