Memprioritaskan Kebaikan Agama daripada Kecantikan dalam Memilih Pasangan

Setiap lelaki pastinya menginginkan calon istrinya cantik. Ini sudah bawaan alias naluri mereka. Lelaki memang makhluk yang paling sensitif penglihatannya kalau soal wanita.

Cita-cita untuk membangun keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah harus dimulai sejak dalam proses memilih calon pasangan. Sebagai calon suami, seorang pria harus memilih calon istri yang baik. Begitu pula sebaliknya, sebagai calon ibu dan istri, seorang wanita harus memilih suami yang baik pula.

Karena berumah tangga bukan hanya sehari dua hari, bukan cuma urusan pemenuhan kebutuhan biologis semata. Maka sebaiknya berpikir ulang jika hanya kecantikan yang menjadi prioritas utama kita dalam memilih pasangan.

Lantas, seperti apa kriteria pasangan yang baik itu? Islam tidak memposisikan kecantikan sebagai kriteria utama dalam memilih wanita untuk dinikahi. Dalam hal ini, Rasulullah SAW telah memberikan kita kriteria umum tentang pasangan yang baik.

“Wanita dinikahi karena empat kriteria: 1. Karena hartanya, 2. Karena nasabnya, 3. Karena kecantikannya, 4. Karena baik agamanya. Beruntunglah kamu yang memilih wanita karena baik agamanya; dengan demikian kamu akan bahagia.” (Muttafaqun ‘alaih)

Di antara empat alasan dinikahinya seorang wanita sebagaimana tersebut di atas, yang menjadi jaminan kebahagiaan adalah kriteria yang keempat, yaitu baik agamanya. Bila kita menikahi wanita karena memprioritaskan kebaikan agamanya, tiga kriteria selain itu adalah bonus buat kita.

Kata mbak Lusiana Nurhermawati, seorang istri akan terlihat semakin cantik dengan sendirinya, bukan dengan memperbesar anggaran perawatan kecantikannya dengan ke salon, tapi dengan memperbesar rasa syukur kita terhadap hadirnya ia dalam hidup kita.

Karena mau secantik apapun ia, tatkala kita tak memiliki rasa syukur apalagi iman dalam memandangnya, maka sirnalah segala kecantikan yang dipancarkannya.

Bukankah selalu ada saja lelaki yang istrinya cantik jelita macam artis pun bisa mendua.

Penampilan seorang istri memang bisa di make over sedemikian rupa dari ujung kaki hingga ujung rambut. Tapi, mau sampai kapan kita terus terobsesi dengan tampilan fisiknya sedangkan secara hukum alam saja sudah jelas bahwa fisik akan semakin memudar. Lambat laun rambut memutih, kulit keriput, penglihatan makin rabun, pendengaran semakin melemah.

Soal cantik dan tidak cantik bukan pada istri, tapi pada diri, hati dan pandangan kita. Dengan memperbesar syukur dalam hati dalam menerima dan mendidik istri, percayalah bahwa istri solehah yang baik agamanya itu bisa membuat bidadari surga cemburu padanya

Ketika kebaikan agama telah berada dalam genggaman, maka kecantikan, nasab, dan banyaknya harta akan menjadi sarana pelengkap meraih kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan hidup di dunia sampai akhirat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...