Pécinan di Pecinan Tedi Kholiludin

Pécinan di Pecinan: Santri, Tionghoa dan Tuan Rumah Kebudayaan Bersama di Kota Semarang

Setelah melewati pengamatan yang panjang (2012-2019), karya sederhana alakadarnya ini akhirnya tinggal masuk percetakan. Di dua tahun terakhir, Tedi Kholiludin menyicil penulisan buku ini dengan membuat artikel2 pendek hasil observasi, wawancara dan review terhadap karya-karya terkait.

Karena ini adalah penelitian swakarsa (dibiayai oleh traktiran makan di Pecinan dan buka puasa gratisan di Kauman), pengerjaannya pun dilakukan dengan riang gembira. Data-data yang terserak dianyam agar berjalan sesuai dengan track yang sudah disiapkan. Pekerjaan yang dilakukan atas dasar kegembiraan memang tak sama dengan yang dibarengi tekanan.

Riset ini dilakukan, tentu saja, sebagai implementasi dari tanggungjawab beliau di dua aspek; tanggungjawab akademis karena seorang pengajar (di Universitas Wahid Hasyim) dan tanggungjawab sosial karena kerap terlibat dalam percakapan-percakapan antar kelompok agama-etnis (di ELSA).

Karya ini Tedi donasikan sepenuhnya kepada teman-teman Elsa Semarang untuk diolah dan dipublikasikan seluas-luasnya. Keuntungan 10.000 atau 15.000 dari hasil penjualan buku ini akan sangat bermanfaat untuk ELSA dalam menggerakkan roda-roda advokasi, memajukan toleransi dan memperkuat hubungan-hubungan antar kelompok.

Tak sengaja, buku ini mungkin akan datang dari percetakan, berbarengan dengan Hari Santri, 22 Oktober. Sebenarnya Tedi menyiapkan buku ini untuk Haul Gus Dur akhir tahun atau awal tahun depan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...