16 Cara ampuh untuk melatih disiplin diri

Disiplin diri adalah unsur vital dalam upaya meraih sasaran yang penting dan bermakna. Disiplin dapat diumpamakan sebagai pendorong yang membuat kamu terus bergerak maju dan melanjutkan meski menghadapi rintangan serta rasa enggan. Entah apakah kamu sedang berusaha meningkatkan kemampuan dan ketrampilanmu atau menjalani pekerjaanmu yang rutin dan tidak membutuhkan banyak pengerahan kemampuan namun semata-mata hanya butuh ketekunan dan kemauan. Ataukah saat ini kamu sedang hendak melatih tubuhmu agar lebih sehat, kuat dan punya bentuk tubuh yang lebih bagus, kamu tak akan memperoleh momentum yang kamu butuhkan untuk meraih kemajuan, tanpa adanya disiplin diri.


Dikutip dari DLigt Institute, berikut ini 16 cara yang dapat kamu lakukan untuk melatih disiplin diri agar dapat membangun kekuatan kehendak dan tekad untuk meraih tujuanmu dan mengalami kehidupan yang lebih baik.

1. Mengerti diri sendiri.

Untuk membangun disiplin diri, mula-mula kamu perlu tahu di area-area kehidupan mana saja kamu selama ini kurang disiplin. Di area-area mana saja kamu ingin lebih mengembangkan disiplin diri? Area-area mana saja kamu paling mengalami kesulitan untuk membangun disiplin? Area-area hidup mana saja yang selama ini kamu biarkan terbengkalai? Padahal sebenarnya kamu tahu bahwa jika kamu memperbaikinya, ini akan memberi dampak sangat besar bagi kemajuanmu. Tuliskan area-area ini, juga tuliskan alasan mengapa selama ini kamu biarkan itu begitu saja.

Serta tuliskan perubahan apa yang kamu inginkan pada area-area ini. Ubahlah kerangka pandang pada situasi-situasi ini menjadi lebih positif dan lihatlah manfaat-manfaat yang akan kamu peroleh dengan mendisiplinkan diri pada area-area ini.

2. Fokus untuk jangka panjang.

Apa tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran jangka panjang? Apa yang ingin kamu raih didalam kehidupan? Pikirkan manfaat-manfaat jangka panjang apa saja yang akan kamu peroleh lewat mengambil tindakan hari ini juga. Contohnya, kamu mungkin sulit untuk bangkit dari sofa dan pergi ke gym untuk berlatih, atau untuk lari pagi. Dalam kasus semacam ini, pikirkan bagaimana tindakan yang kamu lakukan hari ini akan bermanfaat bagi kesejahteraanmu secara keseluruhan. Fokus pada sasaran jangka panjang membuatmu semakin mengerti tentang pentingnya mengambil tindakan sekarang atau hari ini juga.

3. Tetapkan sasaran-sasaran yang realistis dan dapat diraih.

Jangan membuat kesalahan dengan menetapkan sasaran yang mustahil untuk kamu raih. Kamu mungkin berharap bisa meraihnya lewat disiplin diri, namun bukan begitu. Kamu pantas belajar untuk menetapkan sasaran-sasaran realistis. Ini akan membantu kamu membangun disiplin diri dan memudahkan kamu memantau kemajuan-kemajuanmu. Ini juga akan mendorong motivasimu untuk meraih sasaran-sasaran lebih jauh lagi.

4. Jangan menunggu munculnya perasaan positif atau oke.

Jika kamu ingin mengembangkan disiplin diri, kamu harus menjalaninya rutinitas baru. Mula-mula mungkin rasanya sangat tidak nyaman. Otakmu akan berusaha menolak dan melawan perubahan, serta maunya melakukan apa yang selama ini sudah terkondisi dan terprogram. Kamu perlu mengerti bahwa memang butuh waktu agar suatu rutinitas baru terasa jadi lebih nyaman. Namun kamu harus terus maju jika memang mau membangun disiplin diri. Jangan hanya melakukan saat kamu sedang merasa nyaman atau oke untuk melakukannya. Nyaman atau tidak, tetaplah melakukan.

5. Hilangkan godaan.

Ada pepatah, “Hilang dari penglihatan, artinya hilang dari pikiran.” Ini sebenarnya adalah nasihat yang bijak. Dengan menghilangkan godaan-godaan terbesar di lingkup lingkunganmu, ini sangat membantumu untuk mengembangkan disiplin diri.

Contohnya, jika kamu ingin menyantap makanan sehat, alihkan perhatianmu dari godaan iklan hidangan “junk food.”

Jika kamu ingin meningkatkan produktivitas kerja, jangan browsing internet saat bekerja, kecuali itu memang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang kamu lakukan. Matikan bunyi notifikasi pesan di ponsel kamu.

Semakin sedikit distraksi yang mengalihkan kamu, semakin kamu bisa fokus mengerjakan dan menyelesaikan apa yang memang perlu kamu kerjakan dan selesaikan. Kondisikan dirimu untuk meraih sukses lewat menyingkirkan pengaruh-pengaruh buruk yang bisa menganggu fokusmu.

6. Bangunlah kebiasaan-kebiasaan baru lewat menyederhanakan.

Mengerahkan disiplin diri untuk membangun kebiasaan diri memang mula-mula bisa membuat kamu takut. Khususnya jika kamu fokus pada seluruh tugas yang harus kamu kerjakan. Untuk mengurangi rasa terintimidasi ini, buatlah jadi sederhana. Pecahlah sasaranmu menjadi langkah-langkah kecil yang bisa kamu lakukan dan kerjakan. Daripada berusaha mengubah banyak hal atau seluruh hal sekaligus, fokuslah pada satu hal secara konsisten. Latihlah disiplin diri pada satu hal itu.

Contohnya, Jika kamu ingin membangun kebiasaan tidur cukup, disiplinkan dirimu untuk tidur setengah jam atau satu jam lebih awal setiap malam. Lakukan langkah-langkah kecil, maka lama-kelamaan kamu akan menempuh jarak yang jauh dan menambahkan sasaran-sasaran lain.

7. Latihlah penyangkalan diri.

Belajarlah untuk berkata tidak pada perasaan-perasaan, impuls-impuls dan dorongan-dorongan.

Latihlah dirimu untuk melakukan apa yang kamu tahu benar, meski kamu tidak senang melakukannya.

Contohnya, makan sedikit di malam hari, batasi waktu menonton televisi.
Tahanlah dorongan untuk berkata-kata kasar pada orang yang membuatmu marah. Berhentilah dan berpikirlah sebelum bertindak. Pikirkan apa konsekuensi dari tindakanmu dan perkataanmu. Saat kamu melatih menahan diri, ini akan membuat dirimu selalu terkendali.

8. Aturlah jadwal waktu.

Mengatur jadwal waktu adalah cara yang baik untuk mengembangkan disiplin diri. Contohnya, kamu ingin menulis sebuah buku, namun merasa sulit untuk memulainya. Kamu bisa menjadwalkan waktu setengah jam setiap hari selama seminggu, maka pada akhir minggu, kamu sudah mengumpulkan waktu tiga setengah jam untuk menulis.

Kuncinya adalah tetap bertekun dan setia pada waktu yang telah kamu tetapkan. Berilah ruang untuk fleksibilitas, namun pastikan jika kamu tidak bisa memenuhi waktu menulis 30 menit itu, pastikan kamu menggantinya kelak. Jika itu tidak bisa dilakukan hari itu, pastikan untuk menambah ektra 30 menit di hari berikutnya.

9. Buatlah daftar checklist harian.

Ini bisa membantu kamu membangun disiplin diri. Caranya adalah dengan membuat daftar things to do setiap hari.

Luangkan waktu beberapa menit dan tulislah hal-hal yang hendak kamu kerjakan di hari itu. Mulailah mengerjakan yang terpenting lebih dulu. Saat kamu punya kejelasan tentang apa yang ingin kamu kerjakan hari itu, kemungkinan untuk kamu berhasil mengerjakannya akan lebih besar. Selain berguna untuk membangun disiplin diri, ini juga membantu kamu untuk tidak membuat alasan karena tidak mau melakukannya.

10. Jadilah motivator untuk diri sendiri.
 
Self-talk positif bisa sangat bermanfaat. Saat kamu mengalami ujian dan cobaan hidup, bicaralah positif pada diri sendiri. Semangati dirimu. Self-talk positif berguna untuk mengingatkan kamu kembali pada tujuanmu, menumbuhkan keberanian, dan menguatkan kembali komitmen.

11. Olahraga.

Olahraga adalah cara yang bagus sekali untuk membangun disiplin diri. Ini membantu kamu untuk menetapkan sasaran dan memfokuskan energi mental dan fisik untuk meraih sasaran itu. Membuat fisik bugar dan membina keharmonisan dengan orang lain. Ikut serta dalam olahraga akan menempatkan kamu pada posisi dimana kamu harus melakukan yang terbaik dan bekerja keras. Kamu bisa mentransfer hal ini kedalam pola pikirmu dan kehidupan sehari-hari.

12. Pantau kemajuan.

Memantau kemajuan dapat membantumu fokus, termotivasi dan disiplin. Ini memampukan kamu melihat kemajuanmu dan bagaimana kamu dapat meningkatkan diri. Tulislah dalam jurnal hal-hal yang bisa bekerja dan mana yang tidak. Periksalah jurnalmu secara teratur lalu lakukan penyesuaian untuk mencapai sasaranmu.

13. Carilah inspirasi.

Saat menghadapi tantangan dan kesulitan, inspirasi sangat penting untuk menjaga disiplin tetap hidup. Carilah inspirasi dari orang-orang, buku-buku, kutipan-kutipan. Ini semua bisa mendukung dan memvalidasi kemajuanmu. Cobalah temukan seseorang yang sukses dan telah meraih sasaran yang kamu ingin raih. Kemungkinan besar kamu bisa belajar banyak dari orang ini dan membantumu disepanjang perjalanan.

Lihatlah prilaku-prilaku dan sikap-sikap apa persisnya yang telah membuat mereka maju. Tantangan dan kesulitan apa saja yang mereka hadapi dan bagaimana cara mereka mengatasinya. Bacalah, dengarlah, dan tontonlah kisah-kisah sukses orang lain, maka ini akan membantumu untuk mencapai tujuanmu dengan tekad dan keberanian.

14. Beri imbalan pada diri sendiri.

Berilah imbalan pada diri sendiri untuk berhasil meraih sasaran. Menantikan sesuatu yang memberi imbalan akan memberimu motivasi untuk berhasil. Antisipasi itu powerful. Ini memberimu sesuatu untuk jadi bahan obsesi dan fokus. Sehingga kamu tidak hanya fokus pada apa yang kurang. Saat kamu telah berhasil meraih sasaran itu, temukan sasaran lain dengan imbalan lain untuk membuatmu terus maju.

15. Jangan keras pada diri sendiri saat gagal.

Meski dengan niat terbaik sekalipun dan perencanaan matang, kadang-kadang kamu masih gagal. Kamu akan mengalami naik turun. Keberhasilan dan kegagalan. Kuncinya adalah terus bergerak maju. Bila kamu jatuh, cari tahu apa penyebabnya, lalu move on.

Jangan biarkan dirimu terperangkap dalam rasa bersalah dan frustrasi, karena ini hanya akan membuatmu makin terpuruk dan menghalangi kemajuanmu. Belajarlah dari kesalahan-kesalahanmu dan maafkan dirimu. Lalu terjunlah kembali kedalam permainan dan kembali fokus pada sasaran.

16. Temukan partner dengan sasaran serupa.

Untuk menjaga disiplin diri, penting untuk mengelilingi diri dengan lingkungan yang mendukung. Punya partner dengan sasaran sama bisa sangat bermanfaat. Kalian bisa saling dukung dan menguatkan.

Membangun disiplin diri adalah elemen kunci untuk kehidupan yang lebih baik. Dan dengan melatihnya terus-menerus ini akan sangat menguatkan kendali dirimu.

Membangun disiplin diri pada salah satu area kehidupan akan menguatkan kekuatan kehendakmu dan ini ikut memperbaiki area-area lain.
Area mana yang paling butuh disiplin diri? Area mana yang pantas paling kamu latih dan tingkatkan? Maukah kamu mengalami kehidupan yang lebih baik. Dengan bantuan Tuhan, kamu pasti bisa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...