20+ Kata Mutiara Kehidupan dari KH. Ahmad Imam Mawardi


Siapakah Dr. K.H. Ahmad Imam Mawardi, MA? Beliau adalah putra dari pasangan almarhum K.H. Muhammad Hasyim dan Ny. Hj. Lailiyah. Lahir di Sumenep pada 20 Agustus 1970. Beliau adalah penerima anugerah penghargaan sebagai Santri of The Year 2018 yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Centre dan UIN Sunan Ampel. Pendidikan strata satu dan program doktoralnya diselesaikan di UIN Sunan Aampel Surabaya, sedangkan gelar master beliau peroleh dari McGill University Montreal Canada. Beliau dosen aktif pascasarjana UINSA dan Wakil Koordinator Kopertais IV yang membawahi 194 Perguruan Tinggi Islam Swasta se Jawa Timur, Bali, NTT, dan NTB. Beliau juga merupakan pengasuh dua pondok pesantren, yaitu pondok pesantren Bustanul Ulum yang terletak di tempat asalnya di Lenteng, Sumenep, dan yang satunya pondok pesantren Kota Alif Laam Miim yang berada di Kebonsari Surabaya.

Kumpulan kata mutiara kehidupan dari KH. Ahmad Imam Mawardi berikut ini semoga dapat menginspirasi kita semua. Check this out...!!!

*****

"Sangat biasa dalam kenyataan hidup, segala kebaikan terkubur begitu saja oleh satu kesalahan. Bahkan, bukan oleh satu kesalahan, melainkan oleh suatu perbedaan pendapat. Teruslah berbuat baik. Orang yang memang mengerti dan mencintai kita akan tetap dengan kita dengan segala pemaklumannya. Sementara yang tak benar-benar mengerti serta mencintai akan terlepas dengan sendirinya."

"Hiduplah bagai kunang-kunang. Walau berada di tengah kegelapan malam, teruslah bersinar dan bercahaya walau hanya untuk diri sendiri. Jangan ikut gelap dan bahkan" menukmati kegelapan itu. Belajarlah terus dan teruslah belajar. Ilmu adalah cahaya. Lalu terbanglah, siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang."

"Jangan hidup bagai ikan lele yang senangnya makan di dalam air yang keruh, sementara di air jernih ia tak menampakkan sebagai tukang makan. Ada banyak orang yang senang memperkeruh suasana agar dirinya bisa makan dengan leluasa."

"Seorang tua bijak ditanya perihal wajahnya yang selalu tersenyum bahkan di saat tertimpa musibah. Jawabnya: "Saya malu untuk bersedih, sementara urusan saya telah diatur oleh Allah dengan segala keadilan dan kasih sayangNya."

"Rubahlah adatmu sampai ia bernilai ibadah dengan kesungguhan niat." Para ulama jiwa berkata: "Hanya orang gila yang berharap hasil yang berbeda dari usaha yang sama." Hilangkan rutinitas yang tak efektif dan ganti dengan kebiasaan baru yang lebih bernilai bernas."

"Seringlah berbisik ke bumi melalui sujudmu agar disampaikan ke langit apa yang menjadi maumu. Orang yang jarang atau bahkan enggan shalat dan sujud tak akan mampu menemukan hakikat kesuksesan dan kebahagiaan. Semua yang didapat hanyalah bersifat semu dan semi. Hidupnya hanya bagaikan mengejar fatamorgana; indah yang diharap, hampa yang didapat. Perlu dicatat bahwa mendapatkan sepotong singkong rebus sungguh lebih nikmat ketimbang bermimpi mendapat sebongkah emas."

"Pasangan yang terus bertengkar itu bukannya tidak ingin bahagia. Mereka sama-sama ingin bahagia, hanya saja mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang bahagia. Diskusikan dulu pandangan yang berbeda, kemudian sepakati langkah ke depannya seperti apa. Potensi konflik akan mengecil."

"Orang-orang baik di Indonesia ini sangatlah banyak. Andaikan mereka bersatu menyuarakan kebaikan maka keindahan dan kedamaian akan mudah terwujud. Sayangnya, politik telah mengkotak-kotakkan mereka dan banyak di antara mereka meletakkan politik di atas persaudaraan."

"Tak usah kau lambaikan tangan kepada orang yang pergi meninggalkanmu. Punggungnya tak punya mata, tak kan melihat tanganmu. Kasihan tanganmu yang bekerja sia-sia. Mereka yang menyakitimu dan pergi begitu saja adalah orang yang tak berhak menempati ruang hati dan ruang pikiran. Mereka adalah virus, bersihkan dengan istighfar dan shalawat. Jangan pernah galau dengan orang yang telah pergi. Allah akan datangkan orang yang sesuai untukmu."

"Tak mengapa orang tak mengerti diri kita, yang penting kita mengerti diri kita. Yang masalah adalah ketika kita pun tak mengerti diri kita. Mengerti? Jika belum, itu berarti Anda bermasalah."

"Jangan sedihkan orang yang pergi menjauh dari kehidupanmu. Dia telah mencari takdirnya sendiri menjauh dari pohon cinta yang hakiki. Cukup yakinkan diri bahwa dirimu adalah POHON CINTA itu."

"Bahagia itu tergantung tafsir hati akan keadaan sekitar. Tafsir yang indah akan menjadikan semua sebagai keindahan dan kebahagiaan. Mari tafsirkan segala yang ada di sekitar kita dengan tafsir yang indah. Lalu, tersenyumlah dan bersyukurlah. Inilah cara mudah dan murah untuk bahagia."

"Jangan bersahabat dengan orang yang tak memahamimu. Jangan bergaul dengan orang yang tak tahu nilai harga dirimu. Jangan menunggu orang yang selalu tak punya waktu untukmu. Jangan bingung dan stress gara-gara sahabat, teman atau orang sekitar kita yang tak pernah punya niatan tulus dalam hidup bersama. Carilah orang-orang yang lebih berhak dipikirkan, yaitu mereka yang tulus bersama kita."

"Indahnya diam di saat banyak orang mengira dirimu akan marah. Indahnya tertawa saat banyak orang mengira dirimu akan menangis. Ketabahan dan kesabaran akan selalu memukau dan menjadikan dirimu sebagai juara sejati, juara yang bertahta di dalam hati banyak orang dan bukan juara yang hanya di pamer di atas "panggung." Tak banyak yang kuasa menahan amarah, sebagaimana tak banyak yang mampu menahan deras air mata. Tetap tegar dengan senyuman adalah mental para bijak yang memahami kaidah kehidupan."

"Ada banyak hal sederhana yang kita remehkan yang kadangkala menjadi sebab datangnya kebaikan, perbaikan dan nasib baik. Ada banyak hal besar yang kita unggulkan yang kadang kala menjadi sebab datangnya kerusakan, pengrusakan dan nasib rusak. Bukan bermakna tak perlu kita membuat program unggulan, namun jangan pernah kita meremehkan suatu perbuatan."

"Tak perlu dijadikan masalah kalau banyak orang menghinamu karena kamu belum menikah. Yang bermasalah adalah jika mereka menghinamu setelah dirimu menikah. Pada kasus yang pertama, dirimu tak menyakiti siapapun. Sementara pada kasus yang kedua, dirimu telah menyakiti pasanganmu."

"Tampilkan  diri Anda apa adanya, tanpa polesan dan rekayasa. Jika tidak, akan ada banyak yang kecewa dengan Anda dan kemudian pergi menjauh selamanya."

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...