Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hadiah Buku, Mengembangkan Literasi


Lebaran (Idulfitri) sudah dekat. Mall, supermarket, pasar, sudah mulai ramai. Orang belanja kebutuhan menyambut idulfitri. Orang menyiapkan hadiah lebaran untuk keluarga, kerabat, sahabat, rekanan, sebagai bentuk simpati, empati, bahkan promosi.

Selama ini, hadiah lebaran lebih sering berupa makanan, peralatan makan minum, atau pakaian muslim. Bahkan, ada yang langsung memberikan dalam bentuk uang tunai, yang dikenal sebagai angpao, salam amplop. Saat lebaran, uang pecahan kecil menjadi laris manis, karena banyak orang membutuhkan untuk dibagi-bagi.

Mengapa jarang sekali orang memberi hadiah lebaran berupa buku bacaan? Ya, karena minat baca kita memang masih sangat rendah. Buku tidak pernah dilirik sebagai hadiah untuk memperlihatkan empati pada moment-moment istimewa. Padahal, katanya kita sedang meningkatkan semangat berliterasi. Semangat untuk terus belajar dengan membaca. Membaca untuk mencintai buku.

Yuk, kita mulai dari diri kita. Membangun semangat berliterasi, semangat menambah ilmu dan wawasan dengan membaca buku. Yuk, kita mulai memberi hadiah buku bacaan pada moment-moment istimewa: hari ulang tahun, hari pernikahan, hari tahun baru, dll.

Bagaimana kalau kita mulai dengan Idulfitri nanti? Yuk, kita beri orang-orang terdekat kita dengan buku-buku bacaan yang berisi sebagai bentuk rasa cinta dan sayang kita pada mereka.

Ketika kita berani melakukan satu hal langka, kita sudah berada selangkah di paling depan.

Ditulis oleh: Wardjito Soeharso