Saat pendidikan hanya terjadi di sekolah, saat itulah pendidikan gagal mencapai tujuannya
Ada yang cerita, orangtua kelas menengah atas sekarang tuuuuh hobinya kompetisi memasukkan anak ke sekolah mahal dengan fasilitas bagus yang sekolahnya bahkan juga dilengkapi psikolog, bukan cuman level guru BP. Kemaren juga saya liat selintas berita seorang seleb yang anaknya baru umur 2 bulan, sudah didaftarkan ke SD yang sekolahnya waiting list-nya panjaaaaang dan ujiannya susah kayak ujian beneran hehehe.
Saya ga akan nyinyirin cerita di atas karena anak saya perempuan juga di international school, sekolahnya juga provide psikolog/konselor pendidikan. Karena kebutuhan, kami juga punya psikolog pribadi buat si nduk yang dia temui tiap weekend. Anak lanang meski homeschooling, tapi ada 4 guru privat yang menangani "sekolahnya" dari urusan akademis, coding, ngaji, hingga musik. Mahal murah itu relatif ya, tergantung tujuan, kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
Yang mau saya bilang adalah: Mau sekolah semahal apapun, kalo mindset ortunya masih "sekolah mahal = bisa lepas tangan urusan pendidikan anak" ya ngga akan tercapai itu tujuan pendidikan. Saat pendidikan hanya terjadi di sekolah, saat itulah pendidikan gagal mencapai tujuannya.
Dan hal itu lah yang terjadi selama ini kan? Ga hanya di sekolah swasta mahal, tapi juga di sekolah negeri juga pesantren. Orangtua lepas tangan ke sekolah, menuntut sekolah/pesantren membentuk anak-anak mereka sampai "jadi". Ortu kirim anak ke pesantren biar ga repot ngurus, biar bapak ibunya bisa bebas kerja dan bersenang-senang, biar ada yang ngajarin agama dan pulang-pulang jago ngaji. Hal yang sama juga banyak terjadi di sekolah yang jam sekolahnya dari pagi - hampir magrib. Ortu kirim anak ke sana biar pas anaknya pulang udah capek, tinggal mandi, makan dan tidur. Intinya, urusan pendidikan di outsource ke sekolah. Ortu santai aja kerja atau kluyuran kesana kemari ga perlu mikirin ngurus anak lagi.
Padahal, pendidikan punya tujuan lebih besar dari sekedar ntar si anak bisa ini itu, atau one day si anak bisa kerja di mana atau jadi apa. Pendidikan adalah tentang membangun karakter, penanaman value, juga melatih kemampuan berpikir merdeka. Tujuan sebesar ini, mana mungkin dilepas begitu saja ke sekolah?
Jangan salahkan anak kalo pas dewasa dia ga menyerap value keluarga. Jangan salahkan anak kalau pas dewasa dia ga deket sama ortunya karena sejak kecil sudah "dibuang" dengan dalih disekolahkan. Jangan salahkan anak jika dia nanti tumbuh tanpa karakter yang kuat, karena fondasi karakter ga pernah dibangun sejak awal, di rumah, oleh orangtuanya sendiri.
Penulis: Iim Fahima Jachja