Pedoman Dasar Penulisan Skripsi Kuantitatif
PEDOMAN PENULISAN SKRIPSI KUANTITATIF
Pengertian, Aksioma, Karakteristik dan Proses Penelitian kuantitatif
1. Pengertian
Metodologi penelitian kuantitatif digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan menggunakan statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis.
2. Aksioma atau Pandangan Dasar Penelitian kuantitatif
Sifat Realitas -> Dalam penelitian kuantitatif, realitas dipandang sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca indra, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah, dapat diukur dan dapat diverifikasi. Dengan demikian dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari objek yang diteliti dan kemudian membuat instrumen untuk mengukurnya.
Hubungan Peneliti dengan Objek Penelitian -> Dalam penelitian kuantitatif hubungan antara peneliti dengan yang diteliti bersifat independen. Dengan menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data, maka peneliti kuantitatif hampir tidak mengenal siapa yang diteliti atau responden yang memberikan data
Hubungan antarvariabel -> Peneliti kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap objek yang diteliti lebih bersifat sebab dan akibat, sehingga dalam penelitiannya ada variabel independen dan variabel dependen. Dari variabel tersebut selanjutnya dicari seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
Kemungkinan Generalisasi -> Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kedalaman), sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel yang terbatas. Selanjutnya data yang diteliti adalah sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random). Semakin tepat teknik yang digunakan untuk menentukan sampel hasil penelitian akan semakin representatif. Berdasarkan data dari sampel tersebut selanjutnya peneliti membuat generalisasi.
Peranan Nilai -> Dalam penelitian kuantitanf karena peneliti tidak berinteraksi dengan sumber data, maka akan terbebas dari nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data. Karena ingin bebas nilai maka peneliti menjaga jarak dengan sumber data supaya data yang diperoleh objektif.
3. Karakterisrik Penelitian Kuantitatif
- Tujuan: menguji teori, menunjukkan hubungan antarvariabel, dan mencari generalisasi yang mempunyai nilai prediktif.
- Teknik pengumpulan data: kuesioner, observasi terstruktur dan wawancara terstruktur.
- Instrumen penelitian: tes, angket.
- Data: kuantitatif.
- Sampel: besar, representatif, random, dan ditentukan sejak awal.
- Analisis: dilakukan setelah selesai pengumpulan data dengan menggunakan logika deduktif dan statistik deskriptif atau inferensial.
- Hubungan dengan responden: berjarak, kedudukan peneliti lebih tinggi dari responden, dan jangka waktu pendek sampai hipotesis dapat dibuktikan.
- Usulan desain: luas, rinci, tidak berubah, literatur yang berhubungan dengan masalah dan variabel yang diteliti dijadikan sebagai pegangan utama dalam melaksanakan penelitian, masalah dirumuskan dengan spesifik dan jelas, dan hipotesis dirumuskan dengan jelas.
- Bilamana masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas.
- Bilamana peneliti ingin mendapatkan informasi yang lebih luas dari suatu populasi.
- Bilamana peneliti bermaksud ingin menguji hipotesis penelitian
- Bilamana peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena empiris dan dapat diukur.
- Bilamana peneliti ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas suatu pengetahuan atau suatu teori.
