Review Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat Mark Manson
Ada banyak pelajaran dalam menyikapi hidup dari buku Mark Manson ini. Di antaranya, bahwa kita terlalu banyak menumpahkan waktu dan energi kita untuk selalu memperhatikan, bahkan berkomentar lalu menguras emosi untuk hal-hal yang sesungguhnya remeh temeh dalam kehidupan kita, dan atau sesuatu di luar kendali kita.
Soal baju robek padahal masih punya puluhan di lemari, jengkel ama alur cerita sinetron yg baru dilihat, terhipnotis ama lagu cinta yang melankolis, dan atau marah sama status dankelakuan orang lain yang tidak bisa dikendalikan, dan tidak ada hubungan langsung dengan hidup kita.
Dalam hal kebahagiaan. Kita juga sering membuat ukuranya seperti orang lain. Atau jika sudah memiliki rumah atau mobil tertentu, atau piknik dan kulineran di tempat tertentu. Kita mendefinisikanya, memimpikanya, mengejarnya sampai dapat. Lalu bahagia, jika tidak, nelangsa.
Nah, ini kebahagiaan yang ilusif dan bahkan bisa berbalik. Sesuatu yang justru harus kita sikapi dengan seni "bodo amat dah". Bahagia itu berangkat dari yang ada dalam diri, lakukan, rasakan, dan nikmati. Dah gitu....
Mudah, tapi penuh tanggung jawab.
Selamat berbahagia dan membahagiakan
Faqih Abdul Qodir