Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mencari Pasangan yang Sesuai Maqam Kita


Mencari pasangan yang sesuai maqam (prioritas thalib ilm dalam mencari pasangan, ya ilmu)

Standar umum yang harus ada pada pelajar, bukan yang lain gak baik, mereka baik, bahkan kadang lebih baik, tapi tidak cocok untuk para penuntut ilmu, jangan sampai pernikahan menjauhkan kita dari ilmu, ada beberapa pengorbanan yang harus dilakukan saat seorang membantu pasangannya dalam mencari ilmu, seperti waktu yang ga bisa seperti orang lain, siap diganggu tengah malam, cari hiburan lebih terbatas dari orang lain, bahkan penghasilan bisa terbatas dan kadang dikeluarkan untuk dakwah, padahal sendiri butuh, dll.

Samalah kayak seorang punya istri yang maqamnya seorang dokter, dia harus paham jika istrinya sering piket malam, kadang ada panggilan darurat, pergaulannya pun paham jika pergaulannya juga sering dharurat, karena itu muqtadha maqam khidmah jalur dokter, begitu juga jika pasangan politisi, petani, dll semua ada tantangan masing-masing yang harus dipahami, pasangan harus paham maqam calon pasangannya sebelum menikah, gak bisa modal baik dan modal cinta aja. 

Jika pria seorang diplomat, polisi, dll yang kerjanya sering pindah-pindah jangan cari istri dengan kerja tetap dan sulit pindah, kalau perlu yang gak terlalu ngejar karir, karena akan membuat keluarga sering terpisah, akibat tidak memperhatikan yang seperti ini, sering membuat keluarga berantakan, kita melihat tingkat perceraian sangat tinggi sejak era zaman modern dimulai, dalam sejarah umat manusia, diperadaban manapun, kita gak pernah melihat kehancuran sistem keluarga separah sekarang, padahal bisa jadi dua pihak sama-sama baik. Dan setiap maqam pasti ada solusi sendiri.

Nah bagi seorang santri dia harus tau maqamnya dalam memilih pasangan, dan maqam pasangan juga, agar dia tau maqam pasangan yang bisa membantunya dalam ilmu atau justru menghalangi. Jika itu tidak dipahami dengan baik, itu akan jadi petaka bagi penuntut ilmu atau petaka bagi rumah tangga, sangat banyak pelajar menjauh dari ilmu setelah menikah karena gak memperhatikan masalah ini dalam memilih pasangan, makanya para ulama sering mengatakan bahwa "banyak ilmu yang hilang didalam pelukan wanita". Ada beberapa pengorbanan dalam khidmad ilmu agama yang tidak dimiliki ilmu lain, dapat istri sampai pemahaman itu saja insyaallah sudah cukup, gak perlu yang harus alim gimana kali.

Itu salah satu nasehat guruku, ketika aku meminta nasehat pernikahan, jadi bukan dariku, aku hanya menukil dengan bahasaku saja.

Penulis: Fauzan Inzaghi