Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Arti Cinta Sejati Ayah Pada Anak-anaknya


Seorang Ibu adalah motivator terbaik untuk putra putrinya. Tapi seorang Ayah adalah orang pertama yang memelukmu saat kau gagal dan kalah. Belum ada yang menandingi kuatnya pelukan seorang Ayah saat kita menangis. 

Seorang Ayah tidak hanya bangga dengan medali medalimu, dan karya karyamu. Ia juga bangga saat kau mampu menaklukan proses yang pahit. Ia tetap bangga kau sudah tabah melangkah walaupun di tengah perjalanan kekuatanmu habis tak bersisa dan bukan kau pemenangnya. 

Seorang Ayah mungkin menyiapkanmu menjadi pribadi yang gilang gemilang. Tapi seorang Ayah juga ingin kamu pandai menghadapi kekalahan.

Ayah tidak hanya mengajarkan kita terus berjalan dan tidak menyerah. Tapi Ayah juga yang mengajarkan kita untuk legowo dan punya hati yang jembar untuk setiap kekalahan.

Dalam hidup, kita berkali-kali ada dalam masa masa sulit dan ingin menyerah, tapi nasehat ayah untuk anak anaknya adalah nasehat terbaik di seluruh dunia.

Kita mungkin bukan anak yang bisa diandalkan semasa Ayah atau Ibu kita masih hidup. Sebab seringnya kita punya banyak keterbatasan.

Tapi kalau kita mencintai, kita masih bisa diandalkan saat mereka telah berpulang. Dengan terus mendoakan. Dengan terus melangitkan doa doa untuk mereka. Sepanjang waktu.

Cinta mereka tanpa batas waktu. Sudah semestinya doa kita juga tak kenal batas waktu.

Tidak perlu bersedih karena mereka berpulang saat kita belum membanggakan sama sekali. Yang penting sekarang, kita masih punya doa doa.

Doa kita, putra putrinya, menjadi hal yang paling  membanggakan di kehidupan mereka yang baru.

Penulis: Ning Khilma Anis