Amalan Ketika Hendak Bepergian atau Melakukan Perjalanan
Islam memotivasi pemeluknya untuk melakukan perjalanan, apalagi perjalanan untuk mencari ilmu dan mencari perenungan. Ulama zaman dulu dengan fasilitas yang sangat minim gemar melakukan perjalanan. sekadar menyebut nama seperti Ibnu Khaldun, Ibnu Bathutah, dan yang banyak tak diketahui orang adalah al-Imam al-Syafi'i, pendiri mazhab yang banyak dianut masyarakat muslim Indonesia.
Imam Syafi'i lahir di Gaza Palestina kemudian menghabiskan masa kecilnya di sebuah perkampungan Mekkah, pindah ke Madinah untuk berguru kepada Imam Malik. setelah itu melakukan perjalanan lagi ke Iraq. di sana ia belajar mazhab Hanafiyah kepada murid utama Imam Abu Hanifah yang bernama Muhammad bin Hasan al-Syaibani. dalam beberapa sumber, disebut lawatan Imam Syafi'i ke Iraq terhitung dua kali.
Di Iraq ia merumuskan beberapa hukum fikih yang kemudian kita kenal dengan sebutan qaul qadim. Lama berkiprah di Iraq al-Syafi'i melakukan perjalanan ke Mesir. Di negeri Kinanah itu ia merumuskan hukum fikih yang kita kenal dengan qaul Jadid. hingga akhir hayat al-Syafi'i berada di Mesir. Makamnya ada di Mesir dan ramai dikunjungi hingga hari ini.
Coba bayangkan: zaman dulu bisa melakukan perjalanan antar negara. Bukan hanya itu, lokasi yang berbeda bisa membuat imam Syafi'i perlu merubah cara pandang keagamannya. Betapa hal ini dahsyat sekali.
Imam Syafi'i mendokumentasikan perjalanannya dalam beberapa syair dalam buku kumpulan puisinya yang berjudul al-Jauharatun Nafis. Misal:
مَا فيِ المُقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبٍ
مِنْ رَاحَةٍ فَدَعِ الأَوْطَانَ وَاغْتَرِب
Tidak ada tempat bagi orang yang berakal dan beradab untuk beristirahat, tinggalkanlah tanah kelahiran dan mengasingkandirilah.
سَافِرْ تَجِدْ عِوَضًا عَمَّنْ تُفَارِقُهُ
وَانْصَبْ فَإِنَّ لَذِيْذَ العَيْشِ فيِ النَصَبِ
Berkelanalah maka engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang kau tinggalkan.
Dan berlelah-lelahlah karena sesungguhnya nikmat hidup itu didapat saat kita berlelah-lelah.
إِنِّيْ رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءِ يُفْسِدُهُ
إِنْ سَالَ طَابَ وَإِنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
Sesungguhnya saya melihat air yang tergenang itu pasti akan rusak, jika mengalir maka air tersebut akan baik jika tidak maka ia akan membusuk.
وَالأُسْدُ لَوْلاَ فِرَاقُ الغَابِ مَاافْتَرَسَتْ
وَالسَهْمُ لَوْلاَ فِرَاقُ القَوْسِ لَمْ يُصِبِ
Dan singa jika ia tidak keluar dari belantaranya maka tak akan dapat menerkam mangsa, anakpanahpun jika tidak keluar dari busurnya maka tak akan pernah mencapai sasaran.
وَالشَمْسُ لَوْ وَقَفَتْ فيِ الفُلْكِ دَايِمَةً
لَمَلَّهَا النَاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنْ عَرَبِ
Matahari manakala berdiam saja tidak berotasi maka seluruh penduduk dunia akan merasakan kebosanan.
وَالتِبْرُ كَالتُرْبِ مُلْقًى فيِ أَمَاكِنِهِ
وَالعُوْدُ فِي أَرْضِهِ نَوْعٌ مِنَ الحَطَبِ
Tanah yang mengandung emas akan seperti tanah biasa jika ia tetap berdiam di tempatnya (tidak berharga, berbeda jika ia dikelola menjadi emas), dan kayu cendana akan bernilai seperti kayu biasa jika ia hanya mendekam di pohon.
Begitu pentingnya perjalanan dalam Islam, hingga fikih juga membicarakan seputar hukum yang berkaitan dengan orang yang melakukan perjalanan (dalam fikih disebut musafir) misal terkait masalah wudhu, shalat hingga puasa. Orang yang melakukan perjalanan mendapatkan beberapa paket rukhsoh atau keringanan, yaitu sejumlah bonus fikih.
Dalam kitab Jami'u al-Da'wat (kitab kuno yang saya beli zaman dulu di Pesantren Sukorejo Situbondo, sekarang tampaknya kitab ini tidak beredar padahal isinya bagus sekali untuk bekal kemasyarakatan) disebutkan, ada tiga orang yang doanya mustajab. Pertama orang yang dizalimi (madzlum), kedua orang yang melakukan perjalanan (musafir), ketiga doa orang tua untuk anaknya.
Dalam kitab tersebut ceritakan amalan yang bisa dibaca ketika hendak melakukan perjalanan. Doa ini dibaca sebelum seseorang keluar dari rumahnya. Doanya sebagaimana berikut:
1. membaca ayat kursi.
2. Membaca surat al-Quraish.
3. membaca doa berikut ini.
اللهم بك أستعين وعليك أتوكل اللهم ذلل لي صعوبة أمري وسهل علي مشقة سفري وارزقني من الخير أكثر مما أطلب واصرف عني كل شر رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري اللهم إني استحفظك واستودعك نفسي وديني واهلي واقاربي وكل ما أنعمت علي وعليهم به ٱخرة ودنيا فاحفظنا أجمعين من كل سوء يا كريم.
Penulis: Ahmad Husain Fahasbu