Merawat Indonesia Agar Tetap Waras


Orang waras jangan diam agar kewarasan Indonesia tidak dirusak oleh orang-orang yang tidak waras. Demi kekuasaan dan harta (yang sudah lama diidam-idamkan) mereka tak segan memprovokasi menyebar hoaks, berbohong dan berjanji diluar nalar.

Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan:

“Ketika ahlul haq diam terhadap kebatilan, maka ahlul batil akan mengira mereka berada dalam kebenaran”

Martin Luther King:

“Mungkin kita harus minta maaf kepada generasi ini. Bukan hanya untuk kata-kata kasar dan tindakan kekerasan dari orang jahat, tetapi untuk kesenyapan dan ketidakpedulian yang mengerikan dari orang-orang baik yang duduk di sekitar dan berkata, "Tunggu  waktu yang tepat."

Dalam keadaan yang carut-marut ini, Buya Syafii Ma'arif: "Orang-orang normal jangan diam. Jangan diam!"

Gus Mus: "Sing waras ojo ngalah!" dan "Dalam melawan penyebaran kebencian dan hoaks tidak berlaku ungkapan; sing waras ngalah!"

Ungkapan lain mengatakan:

"Musibah bukan semata karena kezaliman orang-orang yang buruk, namun (bisa jadi) karena diamnya orang-orang baik."

"Apabila ma'ruf (kebaikan) sudah jarang diamalkan maka ia akan menjadi munkar (tidak dikenal lagi), dan jika kemunkaran telah menjadi viral maka lambat laun akan menjadi ma'ruf (yang diterima sebagai hal biasa". [Ibn al-Muqaffa]

Sebagian penggerak keagamaan (muharrik) mengingatkan:

الحق بلا نظام يغلبه الباطل بنظام

"Kebenaran tanpa struktur/tak terorganisir, akan dikalahkan oleh kebathilan yang terstruktur/terorganisir."

Martin Luther King menegaskan:

"The greatest tragedy of this period of social transition was not the strident clamor of the bad people, but the appalling silence of the good people." (Kezhaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang-orang jahat tetapi karena diamnya orang-orang baik) [Martin Luther King, Jr.]

Maka sahabat-sahabatku sekalian, mari ikhtiar bersama-sama, bergerak untuk merawat dan menjaga bangsa kita, negara kita tercinta ini dari fitnah, kebencian, dan kebohongan-kebohongan yang dihembuskan oleh manusia-manusia bodoh yang berambisi menghancurkan persatuan dan kesatuan umat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel