Lucunya para Haters Tuhan

Menghadapi fenomena alam berjenis musibah semacam gempa bumi, erupsi, badai, dll, orang menanggapinya beragam.

Ada yang sibuk melakukan mitigasi bencana, yakni mengurangi risiko bencana, dengan melalui pembangunan fisik serta penyadaran masyarakat dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Pemerintah pusat dan lokal bekerja sama membangun shelter, batu penghadang ombak tsunami, dan beragam infrastruktur, serta SOP penanganan keadaan darurat. Juga menerapkan deteksi dini untuk fenomena alam yang masih memungkinkan dideteksi. Untuk lembaga pendidikan, mereka menyiapkan diri melalui pelajaran tanggap bencana dan semacamnya. Demikianlah semua pihak bahu membahu berusaha mengurangi risiko bencana dan mencegah jatuhnya korban.

Tapi ada juga pihak yang justru sibuk menyalahkan Tuhan dengan menuduhNya suka menyakiti sekalian hambaNya. Lalu ada juga yang sibuk menyalahkan sebagian saudaranya sebagai penyebab murka Tuhan. Sebab menurut imajinasi mereka Tuhan itu digambarkan gampang marah, gampang tersinggungan kepada hambaNya, dan mudah menumpahkan adzab di dunia.

Jadi para haters Tuhan itu ada yang berani terang2an secara langsung menyalahkan Tuhan. Dan ada juga yang tidak berani secara langsung menyalahkan Tuhan, yakni melalui tuduhan terhadap saudaranya yang telah menyinggung Tuhan, sehingga Tuhan tersinggung dan mengadzab siapapun.

Dan ada satu lagi yang sangat parah, yakni manusia yang mensejajarkan dirinya dengan Tuhan. Yang setuju dengannya dipastikannya dirahmati Tuhan dan yang tidak setuju dengannya dipastikannya diadzab Tuhan. Selangkah lagi, orang seperti itu sudah merasa berhak mengadzab siapapun atas nama Tuhan.

Tausyiah dari Pak Agus Zainal Arifin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...