Desakralisasi Bahasa Arab

Beta ngga pernah sekolah atau kursus bahasa Arab. Selama hampir 10 tahun tinggal di Tmur Tengah, beta belajar percakapan dalam bahasa Arab dengan cara memaksakan berbicara dengan supir taksi, dengan security, maupun dengan rekan kerja.

Sebagaimana orang yang belajar bahasa asing, yang sering dipelajari pertama kali oleh orang adalah kata-kata, atau ungkapan jorok atau makian, dan bahasa Arab ternyata cukup kaya dengan kata-kata makian. Mulai dari kata yang berarti binatang, atau keledai, sampe kata yang berarti l*n*e pun ada, dan ini adalah hakikat dari sebuah bahasa.

Di sisi lain, ada kata-kata dalam Bahasa Arab yang dimaknai oleh orang-orang berpikiran sempit di Indonesia sebagai kata yang hanya eksklusif milik agama Islam saja.

Misalnya Uztadz yang di Indonesia identik dengan sebutan kepada guru Agama Islam, di Timur Tengah bisa dipakai kepada orang yang memiliki ilmu tertentu. Dalam acara-acara resmi, beta yang Kristen sering juga dipanggil dengan sebutan Uztadz juga.

Contoh lain adalah kata pertemuan atau meeting, yang dalam bahasa Arab adalah Ijtima. Ijtima itu dipakai sehari-hari saat kita bertemu dengan orang lain dengan agenda yang jelas. Beta sering juga memakai kata ini saat menginformasikan kepada security bahwa: sebentar beta akan ada meeting jam sekian. Jadi ngga ada yang spesial dalam sebutan Ijtima.

Jadi mengganti istilah-istilah dengan bahasa Arab itu bukan lantas menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa Tuhan dan meningkatkan derajat dari apa yang ingin dikatakan. Bahasa Arab itu ada kata-kata joroknya, ada makiannya, ada sarkasmenya, ada pujiannya dan sebagainya.

Di lain pihak, bahasa Arab itu bukan sama dengan Islam. Orang Kristen Arab itu berdoa ya dengan bahasa Arab juga. Jadi bahasa Arab itu bukan eksklusif milik agama Islam saja, dan ini kadang sulit dimengerti oleh sebagian orang yang tinggal di Indonesia.

Jadi buat orang yang belum pernah tinggal di daerah Timur Tengah yang memakai bahasa Arab: mashalla habibi, ente jangan gampang dibodohin oleh orang-orang yang men'sakral'kan istilah tertentu dengan memakai bahasa Arab.

Wallahi, Faham antum?

#IndonesiaTanahAirBeta
Penulis: Alto Luger

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel