Ikhtiar Cari Jodoh vs Nunggu Jodoh


Terkadang, jodoh itu bukan cuma ditunggu, tapi juga perlu diikhtiari. Karena sebenarnya ia sudah dipersiapkan oleh Allah sejak kita dilahirkan, tinggal kita berusaha menemukan di belahan bumi mana ia ditempatkan. Ada yang segera dipertemukan, tanpa susah payah mencari, ada yang sudah susah payah jatuh bangun mencari-cari tak ketemu-ketemu juga.

Ikhtiar minimal dari ajang pencarian jodoh itu yakni berani mengungkapkan perasaan sama seseorang yang kita sukai. Ada nasehat dari seorang teman begini:
"Diterima ato tidak, tetap harus mencoba mengungkapkan, yang penting menjalankan proses menyatakan cinta dengan cara yang terbaik dan segenap kemampuan, nek diterima akan sangat bersyukur, nek gak diterima yo kudu tetep bersyukur,,,"
Nasehat itu menggugah kesadaran kita yang terkadang takut mengungkapkan perasaan pada seseorang karena khawatir ditolak. Kadang suka minder dan gak percaya diri, merasa tidak pantas untuk bersanding menjadi pendamping hidup orang yang kita sukai. As you know, memang dibutuhkan keberanian baik saat akan melangkah maupun saat menerima keputusan apakah diterima atau ditolak.

Masalah jodoh itu memang sebaiknya diusahakan, diikhtiari, minimal berani bilang suka sama target. Boleh sih hanya menunggu dan sekedar berpangku tangan tanpa ada usaha mencari jika memang kamu merasa level tawakkalmu di atas rata-rata orang awam.

Banyak orang yang salah memaknai konsep tawakkal. Analogi sederhana tentang Tawakkal itu seperti "Ketika kita menabur benih di bumi, lalu kita berusaha merawatnya sebaik dan semaksimal mungkin, dan hasil akhirnya kita serahkan pada Tuhan".

Jadi, tawakkal itu tentang hasil, yang memang di luar kuasa kita untuk menentukannya. Namun sebelum itu, ada proses dan intervensi yang kita lakukan, yaitu dengan proses penanaman dan perawatan itu tadi.

Tuhan itu Maha Bijaksana, Dia memberi sebanding dengan tingkat kesungguhan ikhtiar atau usaha kita. Kalau ikhtiar kita sungguh-sungguh, maka Insyaallah hasilnya pun akan baik. Pun pula sebaliknya, kalau usaha saja tidak mau, dari mana kita mendapatkan hasil?

Ikhtiarlah mencari, disertai kepasrahan penuh hanya kepada Allah akan hasil akhirnya. Gagal itu biasa. Jangan putus asa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel