Pray For Banten

Tsunami di Selat Sunda baru saja terjadi. Musibah datang beruntun sejak gempa di NTB, gempa dan tsunami di Donggala Palu, pesawat Lion Air yang jatuh. Semuanya terjadi dalam waktu yang berdekatan. Kesedihan yang satu belum hilang, disusul dengan kesedihan yang baru lagi.

Musibah adalah sunnatullah yang mengatur mekanisme hukum alam. Tidak ada kaitannya dengan suku, ras, agama atau golongan. Pada akhirnya kearifan menegaskan betapa lemahnya manusia. Tidak ada kekuatan sedikit pun untuk bisa menolaknya.

Semua musibah sepertinya sudah ada jadwalnya sendiri-sindiri. Tidak ada yang bisa disalahkan, apalagi saling menyalahkan.

Transendensi musibah menyadarkan kekuasaan Tuhan dan perlunya kita bersabar, pasrah dan mawas diri bagi yang selamat.

Pergantian tahun bukan untuk hura-hura, tetapi untuk mengevaluasi dan mawas diri total terhadap apa yang sudah kita lakukan dan memperbaikinya ke depan.

* Prof. Musa Asy'arie

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...