Kepada Pak Quraish Shihab

Tak ada gelar 'Kyai' di sebelum namamu, meski kau layak menyandangnya. Tak juga gelar 'Habaib dan Ulama', meski kau berhak memilikinya. Hanya dengan sebutan 'Pak', kau minta dipanggil dan disapa.

Keputusanmu dipanggil dengan sebutan sederhana, tentu membuatku takjub. Sebab di hari ini, hanya karena tampil di TV, seseorang digelari kyai. Karena pandai beretorika, ia diangkat jadi ulama. Karena hafal seayat dua ayat, ia menobatkan dirinya sebagai ustadz tanpa cacat. Karena terciprat dari darah Nabi yang mulia, ia merasa diri pemegang kunci agama dan sorga. Keluasan ilmu, kedalaman pemahaman, akhlaqul karimah, itu cuma nomor dua puluh lima.

Pertemuanku denganmu dimulai dengan jarak, lewat buku juga ceramah-ceramah. Tapi percayalah, aku banyak belajar padamu, merenungi nasihatmu, mengakrabi pemikiranmu, itu kenapa aku menganggapmu sebagai guru. Sebab dari seorang sahabat aku mendengar pelajaran, "Guru bukanlah orang yang mengajarimu. Guru adalah orang yang kamu belajar kepadanya, meski tak pernah berjumpa."

Pernah kau dicaci sebagai syiah, dihujat sebagai liberal, dianggap menghina Kanjeng Nabi, dituduh tak mewajibkan jilbab, tapi semua itu tak membuatmu apa-apa, selain menunjukkan sikap semakin cinta. Tetaplah bersahaja, Pak, tetaplah sederhana, tetaplah berhati-hati dalam menunjukkan ilmu Tuhan seperti yang selama ini kau perlihatkan.

Kau tentu sedih atas cacian dan sangkaan buruk yang dilempar padamu, tapi kau tak meminta para pecintamu untuk membelamu, melakukan demo-demo besar demi membersihkan sangkaan-sangkaan itu, kau hanya berdoa sebagaimana doa Nabi ketika dilempari batu oleh kaum Thaif, "Ya Allah, ampuni mereka, sebab mereka tidak mengetahui.."

Terima kasih Pak Quraish, di tengah sesak kebencian yang menyelimuti umat Islam Indonesia, di sela-sela perang virtual yang ada di antara mereka, engkau tak lelah memberi kami sebuah nasihat bahwa puncak ilmu adalah akhlak dan kerendahatian.

*Abdul Mughni Shiddiq

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel