Cara Menolak Cinta dari Sahabat Tanpa Melukai Perasaannya

Banyak sekali kita jumpai kasus sahabat jadi cinta. Ya, pria dan wanita yang menjalin hubungan pertemanan, biasanya salah satu atau keduanya akan jatuh cinta. Seiring berjalannya waktu dengan seringnya pertemuan dan komunikasi, maka getar-getar cinta pun mulai tumbuh. Saya sendiri juga sering mengalami hal ini. Pernah beberapa kali saya jatuh cinta dengan sahabat sendiri, sahabat sekelas waktu masih kuliah dulu, tapi cinta saya bertepuk sebelah tangan. Sakit? Ya jelas.

Dari berbagai kasus sahabat jadi cinta, biasanya yang paling menyesakkan adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Menolak cinta seorang teman yang sudah sekian lama akrab dan dekat dengan kita, misalnya teman sekelas atau satu kantor, tentu saja dapat membuat hubungan pertemanan menjadi tidak seperti dulu lagi. Bahkan, teman yang kita tolak cintanya bisa memusuhi kita jika kita tidak menggunakan cara yang baik dalam menolaknya.

Banyak kita temukan putusnya hubungan persahabatan dilatarbelakangi oleh cinta yang tidak kesampean. Hal semacam ini sudah lumrah di kalangan remaja dan muda mudi kita. Memang sudah kodratnya jika persahabatan yang terjalin antara pria dan wanita berpeluang besar menumbuhkan benih-benih cinta di antara salah satu atau keduanya.

Mungkinkah kita bisa menolak cinta dari seorang teman tanpa harus merusak hubungan pertemanan kita selama ini? Tentu saja mungkin. Hanya saja, kita harus cerdas dan bijak dalam bersikap, sehingga tidak menimbulkan konflik yang berakibat terputusnya silaturahmi.

Jujurlah saja padanya tentang perasaan kamu, bahwa kamu memang tidak memiliki rasa lebih dari sekedar teman sama dia. Kalau idiomnya anak pesantren "Qulilhaqqo walau kaana murron", artinya katakanlah yang sejujurnya walaupun itu pahit. Kemaslah kejujuranmu dengan sikap dan cara penyampaian yang sehalus dan sebaik mungkin, agar tidak menimbulkan kesan bahwa kamu tidak menghargai perasaannya. Jika kamu mau jujur sejak awal, itu dapat memberikan efek yang lebih baik terhadap hubungan pertemanan kamu selanjutnya. Jangan berpura-pura menerima cintanya hanya karena kamu merasa kasihan atau tidak enak menolak cinta dari teman kamu sendiri. Tegaslah tapi sopan!

Mungkin dia akan terkejut dan merasa shock dengan keputusan kamu karena kamu telah menolak cintanya. Mungkin hal itu tidak pernah terbayang dalam benaknya. Untuk beberapa saat, mungkin dia akan menjauhi kamu dan tidak menghubungi kamu untuk beberapa waktu. Hal itu wajar, manusiawi. Siapa yang tidak kecewa kalau cintanya ditolak. Meski bibir berkata bisa menerima, nyatanya hati tak bisa langsung begitu saja menerimanya. Semuanya butuh proses bro!

Biarkan saja dia menjauhimu dan tidak menghubungimu. Dia butuh waktu untuk menenangkan diri atas kekecewaan yang baru saja dirasakannya. Kalau memang dia bisa bersikap dewasa, dia tidak akan memutuskan hubungan persahabatannya denganmu. Juga tidak akan memendam dendam kesumat sama kamu.

Pria memang seringkali menyalahartikan bahasa tubuh dan ekspresi wanita terhadapnya, termasuk sahabatnya sendiri. Tak jarang sebuah senyuman yang bagi si wanita adalah sebuah bentuk sapaan hangat kepada sahabatnya, dimaknai lebih oleh si pria. Kesalahan-kesalahan persepsi seperti itulah yang menyebabkan pria menjadi galau karena ternyata apa yang dibayangkan tak sejalan dengan kenyataannya.

Buat para wanita, berhati-hatilah dalam cara bergaul dengan teman-teman pria. Jangan menunjukkan ekspresi-ekspresi yang berlebihan yang berpotensi menimbulkan teman-teman priamu berharap lebih kepadamu, padahal kamu tidak punya perasaan apa-apa kepada mereka.

Bagaimanapun juga, pria juga manusia yang memiliki perasaan. Ada beberapa  tipe pria yang sangat mudah terbawa perasaan alias baperan. Sedikit-sedikit main perasaan. Kalau perasaannya tersakiti, butuh waktu yang cukup lama untuk dia bisa kembali bangkit dari keterpurukan.

Soal cinta memang sama sekali tidak bisa dipaksakan, meskipun cinta itu datang dari seorang sahabat yang sudah akrab sekalipun. Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk belajar berempati, belajar memahami dan menghargai perasaan orang lain dengan mencoba memposisikan diri kita sebagai dirinya.

Apakah kamu pernah menolak ungkapan cinta dari sahabatmu sendiri? Atau saat ini kamu sedang berada dalam kebimbangan bagaimana cara yang tepat untuk menolak ungkapan cinta dari sahabatmu? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya guys...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...