Menyikapi Perangai Buruk Seorang Istri

Pernikahan tidak pernah menjanjikan kepada kita akan hal-hal yang selalu sesuai dengan selera hati. Untuk itulah kita harus siap siaga lahir dan batin dalam menghadapi segala kemungkinan yang bakal terjadi dalam kehidupan berumah tangga, termasuk di antaranya ketika pasangan kita (suami/istri) berperangai buruk terhadap kita.

Pada dasarnya, perangai seorang wanita bisa dilihat semenjak sebelum menikah dan hal itu merupakan watak bawaan sejak lahir. Biasanya pria berharap perangai buruknya bisa hilang atau berkurang setelah menikah. Namun seringkali kenyataan berkata lain. Perlahan yang diharapkan tak kunjung datang meskipun berbagai usaha telah dilakukan.

Lantas, bagaimana seharusnya menghadapi pasangan yang berperangai buruk seperti super cerewet, gemar mengolok-olok, bahkan seperti melaknat? Dalam hal ini ada baiknya kita mengambil hikmah dari kisah kesabaran seorang suami dalam menghadapi istrinya yang sangat cerewet dan gemar mengumpat dalam kitab Uqûdul Lujjain karya Syekh Nawawi al-Bantani.

Singkat cerita, istri yang berperilaku buruk itu kemudian meninggal dunia. Berkat kesabaran si suami atas segala perangai buruk istrinya, bahkan Allah memberinya karomah untuk dapat menjinakkan seekor Singa. Dan karena kesabarannya itu pula, kemudian laki-laki itu menikah lagi dengan perempuan salehah dan hidup sangat bahagia dengannya.

Kisah di atas mengandung pesan moral sekaligus panduan bagi para suami tentang bagaimana cara menyikapi perilaku tercela seorang istri. Saat kondisi mendesak suami menghadapi kemungkinan terburuk dalam kehidupan rumah tangganya, maka langkah yang paling bijak adalah sabar. Sabar menunjukkan kekuatan dan kemenangan. Sabar juga dapat menjadi modal dasar untuk usaha memperbaiki.

Hal yang sama juga berlaku kepada istri ketika dihadapkan pada kondisi di mana suami berperangai buruk terhadapnya. Intinya adalah, kesabaran merupakan sikap terbaik untuk menghadapi perangai buruk seseorang kepada kita. Sabar bukan berarti kita lemah, justru sabar merupakan bukti bahwa kita lebih kuat dalam mengendalikan diri.

Demikianlah sekelumit kisah tentang bagaimana seharusnya menyikapi perangai istri yang kurang baik. Semoga menginspirasi ya..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...