Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syahadat dan Kalimah Thayyibah


Sebelum pamungkas kitab Da’watut-Taammah hal: 58-59, al-‘arif billah as-sayyid al-habib Abdullah bin ‘Alawi al-Haddaad berkata:

Banyak hadis masyhur dari Rasulullah sahallallahu alaih wasallam tentang pembahagia ahli tauhid, ahli iman, dan yang wafat tanpa menyekutukan Allah Ta’ala. Dengan selamat dari neraka, memperoleh keberuntungan masuk syurga, dan kebaikan lainnya --diantaranya adalah--:

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan sungguh! Muhammad adalah utusan Allah. Isa adalah hamba, utusan, dan pembawa tanda kebesaranNya yang disematkan pada Maryam, serta menjadi ruhNya. Bersaksi bahwa syurga dan neraka nyata adanya. Maka, Allah akan memasukkannya ke syurga sekadar amal perbuatannya”

Dalam riwayat Imam Muslim: “Yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan sungguh! Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah akan mengharamkannya masuk neraka”.

Ada orang dusun yang datang ke Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu berkata: “Ya Rasulallah. Apa yang bisa menetapkan masuk syurga?”. Beliupun menjawab: “Yang mati tanpa sedikitpun meragukan Allah Ta’ala, masuk syurga! Dan yang mati dengan menyekutukan Allah walau sedikit, masuk neraka!”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda pada Sahabat Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu: “Hei Muadz, tiada hamba yang bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan sungguh! Muhammad adalah utusan Allah, jujur dari hati, kecuali Allah akan mengharamkannya api neraka”. Lalu Sahabat Muadz RA. bertanya: “Ya Rasulallah, bolehkan aku membahagiakan masyarakat dengan mengkhabarkan ini?!”. “Jangan-jangan kalau kau kasih khabar, mereka akan berpegang dengan ini (tanpa sungguh-sungguh beramal)?!” sabda Rasulullah shallallahu alaih wasallam. Akhirnya, Sahabat Muadz RA. baru berani memberitahukan hadis ini menjelang kewafatannya, karena takut ancaman menyembunyikan ilmu.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sungguh! Allah mengharamkan neraka bagi orang yang mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH murni karena mencari ridha Allah Ta’ala”.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda pada Sahabat Abi Hurairah RA. waktu akan bepergian: “Berangkatlah! Yang kamu temui di luar tembok ini dan bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dengan hati yakin, bahagiakan mereka akan khabar masuk syurga”.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda pada Sahabat Muadz bin Jabal radhiyallahu anhu: “Hei, Muadz. Tahukan kau hak Allah Ta’ala yang wajib dilakukan seorang hamba, dan apa hak hamba yang akan di penuhi Allah Ta’ala?”. “Allah dan Rasulnyalah yang lebih tahu” jawab Sahabat Muadz RA. Lalu Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Hak Allah yang wajib dilakukan seorang hamba adalah menyembahNya tanpa sedikitpun menyekutukanNya. Dan hak hamba yang akan di penuhi Allah adalah untuk tidak menyiksa orang yang sedikitpun tidak menyekutukanNya”. “Apakah  boleh aku membahagiakan manusia dengan khabar ini?” tanya sahabat Muadz.”Jangan beri khabar gembira ini pada mereka, sebab aku khawatir mereka akan berpegang dengan ini (tanpa sungguh-sungguh beramal)” sabda Banginda Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jibril datang kepadaku, lalu dia berkata: ‘Berilah khabar gembira pada ummatmu, bahwa sungguh! yang mati tanpa menyekutukan Allah, masuk syurga!’. Aku bertanya: ‘Hei, Jibril. Walau dia pencuri dan pezina?’. ‘Iya’ jawabnya. Aku bertanya lagi: ‘Walau dia pencuri dan pezina?’. ‘Iya’. Sekali lagi aku menegaskan: ‘Walau dia pencuri dan pezina?’. ‘Iya! Bahkan walaupun dia minum khamr!’ jawab Jibril.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ada Malaikat utusan Tuhan yang mendatangiku. Dia membawa khabar agar memilih antara separoh ummatku masuk syurga dan kewenangan memberikan syafaat; pertolongan kelak di akhirat. Lalu kupilih syafaat bagi orang yang mati tanpa sedikitpun menyekutukan Allah Ta’ala.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: ‘Hei, Anak Adam. Selama kau berdoa dan berharap padaKu, aku akan mengampuni dosa yang kau punya, Aku tak perduli. Hei, Anak Adam. Walau dosa kalian memenuhi mega di langit, lalu kau meminta ampun, akan Ku ampuni. Hei, Anak Adam. Jika kau membawa dosa sepenuh bumi kepadaKu, namun waktu wafat menghadapKu tiada sedikitpun menyekutukanKu, maka Aku akan memberimu pengampunan sepenuh bumi juga!’.”

Dalam sebuah hadis: “--Waktu hari penghakiman-- ada salah satu lelaki dari ummat ini yang di panggil keras oleh malaikat. Lalu sejumlah 99 buku catatan dosa di gelar di hadapannya. Setiap catatan, sepanjang mata memandang. Buku-buku itupun di lempar ke timbangan. Sebelum tertimbang, Allah Ta’ala berfirman kepadanya: ‘Kamu punya satu kebaikan untukKu. Karenanya, hari ini Aku tak akan mendzalimimu’. Kemudian dia di berikan semacam bithaqah (kartu, karcis, label, tiket. Jami’ Ma’ani) yang tertulis syahadat LAA ILAHA ILLALLAH. ‘Apa bithaqah yang diletakkan di samping buku-buku dosa ini’ tanya lelaki itu. Maka, Allah Tabaaraka wa Ta’ala berfirman: ‘Karenanya, kau tak akan di dzalimi’. Lalu bithaqah tersebut di letakkan di piringan timbangan lain hingga mengungguli piringan timbangan yang berisi 99 buku catatan kejahatannya.”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sama sekali tidak ada yang mengungguli nama Allah! di beratnya timbangan amal --kelak di akhirat--”

Ada sebuah hadis masyhur: “Telah sampai kisah kepada kami, tentang seorang lelaki yang berada di padang Arafah waktu pelaksanaan haji. Disana, dia memungut tujuh kerikil. Setiap kerikil dia bacakan syahadat dengan hati jernih bahwa ia sungguh-sungguh bersaksi Laa Ilaha illAllah; Tiada tuhan selain Allah. Setelahnya, dia bermimpi seakan berada dihadirat Allah pada hari penghakiman. Keputusan terakhir, dia masuk neraka. Namun, ketika sampai di pintu neraka, tiba-tiba jatuh batu besar yang menutupi pintu neraka. Kemudian ada malaikat yang memberitahunya, bahwa batu-batu itu adalah kerikil yang dia syahadatkan di Arafah. Lalu, dia diperintahkan menuju syurga, dan kalimat Laa ilaha illAllah mendatanginya. Kemudian syurga di bukakan untuknya dengan anugrah dan rahmat Allah Ta’ala”.

Walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.
Wallahu A’lam bis-Shawaab.

*Foto dan artikel oleh: Gus yai Robert Azmi