Proses Pembuatan Batik Tulis, Jenis Batik Paling Mahal
Zaman dahulu, Batik dilukis menggunakan tangan di atas kain. Selain itu, proses pembuatan batik ini selalu diawali dengan huruf "N". Rangkaian proses tersebut dimulai dari:
- Nyungging (Membuat pola motif batik di atas kertas)
- Njaplak (Memindahkan pola dari kertas ke kain)
- Nglowong (Melekatkan malam di kain dengan canting sesuai garis pola)
- Ngiseni (Memberi motif isian atau isen-isen pada motif yang sudah dilekatkan dengan malam)
- Nyolet (Mewarnai motif bunga atau burung dengan kuas)
- Mopok (Menutup bagian yang dicolet dengan malam) yang dibarengi dengan tahap Nembok (Menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarna)
- Ngelir (Melakukan proses pewarnaan kain secara menyeluruh)
- Nglorod (Merupakan proses pembilasan yang dilakukan dua tahap yaitu di pertengahan dan akhir dengan cara merendam kain di air mendidih)
- Ngrentesi (Memberikan titik menggunakan canting berjarum tipis)
- Nyumri (Menutup bagian tertentu dengan malam)
- Nyoja (Mencelupkan kain dengan warna coklat atau sogan).
Nah, pada zaman sekarang, cara pembuatan batik adalah tulis, cap, dan printing. Batik tulis memiliki harga yang paling mahal. Lantaran proses pembuatannya secara manual dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Sedangkan Batik cap menggunakan besi yang telah dipola batik, kemudian dicelupkan ke dalam malam atau lilin. Sedangkan batik printing menjadi kain bermotif batik yang paling murah, karena menggunakan teknik sablon atau print.
Ditulis oleh: Musaffa Safril