Cara Menghadapi Orang yang Mempersulit Hidup Kita ala Dr. Irene Strauss Cohen
Di dalam hidup ini pasti akan ada masa dimana kita harus berurusan dengan orang-orang yang membuat hidup kita sulit. Namun untunglah Dr. Irene Strauss Cohen punya saran yang sangat bermanfaat untuk kita. Dia seorang psikolog, blogger yang aktif dan menjabat sebagai profesor di Barry University, Fakultas Ilmu Konseling. Minatnya adalah membantu banyak orang untuk membangun pondasi yang kuat di dalam relasi-relasi mereka. Ia terdorong untuk membantu banyak orang memiliki penghayatan diri (sense of self) yang sehat dan berkembang maksimal menjadi versi diri mereka yang terbaik.
Dr. Strauss menegaskan bahwa orang-orang yang sulit di dalam hidup kita biasanya adalah orang-orang yang butuh bantuan. Dia berkata, “Kamu bersikap negatif, tak ramah dan kerap melukai orang, karena di dalam dirimu kamu sendiri merasa seperti itu.” “Kamu punya perasaan-perasaan negatif tentang dirimu sendiri.”
Orang-orang yang sangat membutuhkan kasih dan kepedulian mungkin menjadi orang-orang yang paling menyulitkan meski kamu sudah sangat berusaha memberi mereka kasih sayang dan kepedulian. Berurusan dengan mereka ini adalah tantangan yang berat, apalagi jika kamu tinggal serumah dengan mereka dan itu adalah keluargamu sendiri.
Dr. Strauss mengatakan bahwa memang tidak mudah untuk hidup bersama dengan orang yang selalu merusak mood-mu dan memang tak ada solusi mudah dan cepat untuk masalah ini. Dr. Strauss mengatakan, kamu harus bisa mengelola perasaanmu dan tingkat kegelisahanmu di dekat orang ini. Cobalah untuk mengerti dan berempati pada mereka. Juga terimalah mereka apa adanya.
Jika kamu bisa mengerti dia/mereka, kamu akan lebih mudah mengelola perasaanmu dan tidak mudah bersikap reaktif. Dr. Strauss juga mengatakan bahwa kamu perlu mengatur perilakumu dan sadar/waspada hal-hal apa saja yang bisa membuatmu terpicu.
Mungkin selama ini ada sesuatu yang kamu lakukan sehingga membuat orang tersebut bersikap negatif atau memberi pengaruh negatif terhadapmu, serta merusak mood-mu. Tapi ingat, kamu memang tak bisa selalu membuat orang lain gembira. Sadarilah bahwa kamu tak bertanggung jawab untuk kebahagiaan dia/mereka. Ini mungkin awalnya sulit jika kamu selama ini sudah begitu terbiasa mengorbankan kebutuhanmu sendiri demi kebahagiaan orang lain.
Lebih lanjut, Dr. Strauss berkata bahwa setiap orang saling mempengaruhi satu sama lain, dan tinggal di dalam lingkungan yang selalu negatif bisa sangat mempengaruhi cara pandangmu terhadap kehidupan dan orang lain, juga caramu menjalin relasi dengan orang lain.
Selain itu, Dr. Strauss juga mengatakan, kita tak bisa memilih siapa keluarga kita. Siapa orangtua kita. Siapa saudara kandung kita. Siapa kerabat kita. Bahkan siapa teman-teman kita. Selalu ada orang-orang yang membuat hidup kita sulit di antara mereka, yang kita berusaha hindari. Jangan biarkan mereka itu merusak kualitas-kualitas baik di dalam dirimu.
Orang yang terlalu negatif, atau bahkan juga terlalu positif, ini semua bersumber dari kegelisahan dan rasa insecure. Orang bisa sangat positif sebenarnya untuk meringankan kegelisahan di dalam diri mereka. Jika kamu sudah bisa mengatur dan mengatasi kegelisahan dan rasa insecure-mu sendiri, kamu tak akan terlalu terpengaruh oleh sifat-sifat dan sikap-sikap negatif orang lain disekitarmu, entah itu memang terarah padamu atau tidak.
Dan Dr. Strauss berkata, mudah untuk melihat orang-orang sulit seperti ini: segala sesuatunya pasti tentang diri mereka, tidak punya banyak teman dan hipersensitif. Tapi ketidaksepahaman dengan orang lain dalam berelasi itu wajar, maka jangan cepat-cepat lantas menganggap orang itu memang tergolong orang yang disebutkan di atas. Jika selama ini kamu sulit menjalin relasi harmonis dan rukun dengan siapa saja, kamu mungkin perlu lebih mawas diri.
Kunci untuk menghadapi orang yang sulit adalah: luangkan waktu yang cukup untuk merawat dan memberi pada diri sendiri. Temukan sesuatu yang kamu senang lakukan lalu lakukanlah itu. Hal ini bisa bervariasi antar orang.
Kamu juga tak perlu selalu positif secara konstan, kata Dr. Strauss, karena di dalam hidup memang ada situasi-situasi yang tidak baik dan sulit. Dan ini memang harus diterima apa adanya. Jika kamu bisa menerima bahwa faktanya memang ada situasi-situasi di dalam hidupmu yang sulit dan tidak enak, kamu pelan-pelan akan bisa melihat bahwa ada cahaya di ujung lorong yang gelap.
Tugasmu sekarang adalah: melihat orang-orang dan situasi-situasi yang sulit dalam hidupmu. Apakah kamu bisa melakukan sesuatu untuk mengubahnya jadi lebih baik? Jika tidak, kamu harus belajar melihat fakta dan realita apa adanya. Dengan ini, kamu pun bertumbuh lebih dewasa dan lebih merasakan kedamaian di dalam dirimu.
