Urgensi Sertifikasi Dakwah dalam Konteks Ke-Indonesiaan


Rusdian Malik - Yang membuat kita prihatin pada bangsa ini adalah masih adanya tokoh agama yg di ceramahnya pakai caci-maki, kata-kata kasar, sampai ada yg mengkafir-kafirkan, menghalalkan darah orang, mengatakan si anu si itu murtad layak dibunuh dst.

Alkisah, ada seorang tokoh khawarij nasional yg dlm ceramahnya ya begitu tadi isinya. Ia, bukan cuma pake sumpah serapah di pengajian, dlm kasus layak dibunuh tadi ia mengatakan cuma siapa yg berani aja mengeksekusinya, ada ga yg berani melakukannya, meski orang itu dikawal polisi kek tentara kek itu Presiden Mesir Anwar Sadat aja yg full penjagaan aja bisa kok dibunuh pas parade militer. Begitu isi tausiah dlm majlis, sungguh swangat berkwalitas & bertwakwa.

Alkisah, si beliyau ini dl saat kerusuhan Ambon ikut terjun berperang di sana (coba ingat-ingat lagi isi majalah Sabili di kala itu). Dan jelas, model orang begini ya ga bakalan dicintai, tukang rusuh saja, komporkator, makanya dia pun didemo oleh warga Papua agar angkat kaki aja dari Papua.

Oke lanjut. Yg nambah keprihatian dan kesedihan lagi adalah orang2 model begini majelisnya ada aja jemaahnya, bahkan ada punya pondok pesantren pula ya Allah.

Makanya, sudah saatnya Pemerintah dilibatkan dlm dunia dakwah, ada sertifikasi ulama, ada sertifikasi khotib, ada penatarannya, ada tes wawancara, ujian lisan ; tulisan, pengetahuan agama; wawasan kebangsaan, saya dukung. Mau bikin majlis taklim & pesantren harus ada izin, kesepakatan bersama, ikrar melibatkan kodim koramil, pak RT, pak RW, lurah, camat & bupati setempat karena ini menyangkut nama baik daerah. Harus ada ikrar bersama tetap setia pada NKRI & Pancasila, UUD 45, dakwah toleran, tidak radikal, tidak dukung Hizbut Tahrir, bersih dari kaitan terorisme dst yg didokumentasikan ada foto & video, serta dimuat di koran media massa. Kalo ga mau begitu ya ga ada izin. Selesai.

Beginilah sedikit curhat saya sebagai bentuk kepedulian kepada tanah air yg saya cintai ini, pada "Bumi Pertiwi" ini kata ustat Basalamah itu wkwk.

Smoga paham pemikiran yg serem-serem seperti ini bisa cepet musnah. Ajarannya dibasmi, orangnya masuk NU hehe.

Dan alkisah lagipula, orang yg saya singgung di sini beliyau udah wafat juga. Smoga sgala dosa & kesalahan diampuni.

Yg terpenting adalah jangan ada lagi penyambung ideologi dia, tidak ada lagi generasi dai model begitu, dan kita tetap Istikomah ikut andil meng-counter radikalisme agama, slalu hadir dlm syiar Islam yg ramah, jangan kebanyakan planga-plongo cengengesan kratak-kritik sgala macem ga jelas ga penting akibatnya ya yg radikal-radikal itu eksis terus senantiasa.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...