Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Islam dalam Surat Al Fath


Diriwayatkan oleh KH Yahya Cholil Staquf, Mbah Kyai Maimoen Zubair pernah diwasiati oleh Mbah Kyai Bisri Musthofa. Mbah Bisri Musthofa menguraikan tafsir ayat ke-29, ayat terakhir dari Surat Al Fath pada Mbah Moen. Bahwa ayat itu menggambarkan sejarah perkembangan Islam.

Pada mulanya Kanjeng Nabi Muhammad SAW sendirian, menanggung segala sesuatunya sendirian. Memikul tanggung jawab Islam sendiri. Satu-satunya orang beriman di muka bumi. Diisyaratkan :

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ

"Muhammad adalah Rasulullah"

Lalu datang sahabat-sahabat yang beriman yang menemani beliau. Diisyaratkan :

وَالَّذِينَ مَعَهُ

"Dan orang-orang yang bersama dengan dia"

Selanjutnya adalah zaman para Khulafaur Rasyidin yang melakukan penaklukan-penaklukan dan memperluas wilayah kekuasaan. Diisyaratkan :

أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ

"adalah keras terhadap orang-orang kafir"

Kemudian setelah sistem politik mapan, dibangun peradaban untuk kemakmuran dan kesejahteraan semua orang. Diisyaratkan :

رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

"tetapi berkasih sayang sesama mereka"

Kemudian isyarat lahirnya generasi shufiyyiin mulai Imam Hasan Al Bashri dan seterusnya. Diisyaratkan :

تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

"Kamu lihat mereka ruku´ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya"

Dan akhirnya adalah generasi kekinian, generasi kita ini, yang diisyaratkan 

سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

"Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud"

Dijelaskan, generasi kekinian adalah zaman yang asalkan orang sudah mau sholat, itu sudah sebaik-baiknya orang di sisi Gusti Allah. Demikian Mbah Maimoen menuntaskan uraiannya.

Jadi setiap orang Islam yang masih sholat, walau sholatnya cap komidi puter, badannya diem tapi pikirannya muter-muter, itu udah dicap sebaik-baiknya orang. Harus dihormati walau ada gak cocoknya.

Kalau ada sebaik-baiknya orang kok direndahkan, disebut ahli bid'ah bahkan dikafirkan dengan alasan apapun, itu nggatheli namanya. Lha wong sebaik-baiknya orang di sisi Gusti Allah kok dikafirkan.

Penulis: Fahmi Ali NH