Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rahasia Sumber Air di Arab Saudi

Belum lama ini bekas muridku, warga Saudi, datang ke kantorku. Kami pun akhirnya ngobrol ngalor-ngidul. Dia bercerita kalau sejak beberapa tahun terakhir bekerja di sebuah perusahaan milik Jepang, bernama Toray, yang membuka cabang di Arab Saudi.

Perusahaan tempatnya bekerja itu fokus di bidang disalinasi (penyulingan) air laut (yang diambil dari Teluk Arab atau Teluk Persia) menjadi air tawar supaya bisa dikonsumsi dan dipakai untuk keperluan lain. Menurutnya, perusahaannya bukan hanya mengsuplai kebutuhan air untuk Arab Saudi saja tetapi juga negara-negara lain di Arab Teluk seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Oman. 

Saya pun iseng bertanya (pura-pura nggak tahu ajah): apa benar kalau air zamzam itu menjadi sumber utama air minum dan lainnya di Arab Saudi karena konon sumber mata airnya tak pernah habis? 

Ia pun ngakak terbahak tergelak. "Emang siapa yang bilang begitu duktur?" 

Ia lantas menjelaskan kalau air zamzam itu hanya dipakai untuk air minum bagi jamaah umroh/haji di area Masjidil Haram (di Makah) dan Masjid Nabawi (di Madinah) saja. Bahkan air yang dipakai untuk wudlu dan WC di kompleks kedua masjid itu bukan diambil dari air zamzam.

Ia juga menjelaskan kalau sumber air penduduk Makah juga bukan dari zamzam tapi dari air desalinasi air laut yang diambil dari Laut Merah. Menurutnya, penggunaan air zamzam kini juga sangat dibatasi. Para jamaah (pilgrim) tidak lagi bebas membawa air zamzam seperti dulu karena kandungan mata air sumber zamzam itu juga merosot atau berkurang sehingga perlu badan khusus yang memantaunya. 

Jadi, untuk kebutuhan air penduduk Arab Saudi di bagian tengah (termasuk Riyadh) dan timur (Dhahran, Dammam dlsb) tempat saya tinggal diambil dari Teluk Arab/Persia. Sementara penduduk Arab Saudi bagian barat (Makah, Jeddah, Madinah dlsb) diambil dari Laut Merah. 

Selain desalinasi air laut yang merupakan sumber utama pengsuplai air (utamanya untuk minum dan kebutuhan rumah tangga lain: misal mandi, cuci), sumber air di Arab Saudi juga diambil dari groundwater. Sumber air dari groundwater juga untuk membantu kebutuhan air minum dan rumah tangga. Tetapi dalam skala kecil dan terbatas. Yang terbsesar tetap dari desalinasi air laut. 

Menurutnya, ada perusahaan-perusuhaan raksasa yang memproduksi desalinasi air laut serta perusahaan-perusahaan menengah-kecil yang memproses groundwater. Di antara perusahaan tersebut adalah: SWCC (South West Water Company, milik Amerika), National Water Company (milik pemerintah Saudi), Toray (Jepang), Abunayan Holding, Aquapower (USA), NOMAC (UEA), Veolia (Perancis), dlsb.   

Kini yang didesalinasi bahkan bukan hanya air laut. Groundwater, menurutnya, juga didesalinasi karena sudah asin karena diambil dari bagian tanah yang daleeeemmm banget. 

Sumber air lain yang digunakan adalah wastewater atau air limbah yang diolah untuk irigasi, WC, dlsb.

Penulis: Prof. Sumanto al-Qurtuby