Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ilmu Syariat dan Karomah


Di Zaman ini, Masih banyak masyarakat di sekitar kita yang mudah terlena dan takjub ketika melihat orang-orang yang mempunyai kelebihan atau yang lebih dikenal dengan karomah.

Banyak dari mereka yang gagal faham sehingga setiap orang yang mempunyai keistemewaan seperti bisa terbang, berjalan diatas air, bisa membaca hati dan lain sebagainya, seseorang tersebut pasti dianggap wali. Padahal hal ini tidak sepenuhnya benar.

Syekh Abdul Wahab Asy-Sya'roni menjelaskan di kitab Tanbihul Muhghtariin, jika kalian melihat seseorang bisa terbang di udara, maka jangan diikuti sebelum kalian melihat tingkah-lakunya sudah sesuai syariat atau belum. Jika sudah sesuai syariat maka ikutilah dan jika melanggar syariat maka jauhilah.

Guru kami KH. Masbuhin Faqih saat menjelaskan kitab Minhatul Akyas karya Simbah KH Usman Al Ishaqi, kalau ada orang yang diberi keistemawaan Allah bisa membaca hati seseorang dan yang kelihatan adalah buruknya seseorang maka itu adalah kasyaf syaiton. Karena seorang wali itu pasti selalu berhusnudhon kepada manusia.

Dalam hal ini bisa difahami, bahwa tolak ukur seseorang bisa dikatakan wali bukanlah karomahnya melainkan keistiqomahan menjalankan syariat Allah adalah kuncinya.

KH Zaini Abdul Ghoni (Guru Sekumpul) pernah berkata bahwa janganlah mempunyai niat ingin mendapatkan karamah karena membaca wirid tertentu. Karena yang tepenting dari karamah adalah istiqomah dan istiqomah itu lebih utama dari seribuh karamah.

Penulis: Mohammad Azharuddin