Jawaban Cerdas Tentang Polemik Suami Perkosa Istri


Syari'at membuat keputusan bahwa wajibnya nafaqoh untuk istri menimbulkan alasan si istri untuk taat kepada suami.

Ada banyak hal yang harus dipenuhi oleh suami untuk istrinya yang fiqih mengaturnya dengan sangat jelas, termasuk kriteria kepantasan dan kelayakan dalam hal makanan, pakaian dan tempat tinggal. Bahkan apa bila siistri telah terbiasa memiliki pelayan dari keluarganya, laki lakipun berkuwajiban untuk memberinya dia pelayan.

Islam sangat mengistimewakan wanita dan memposisikannya sebagai ratu dalam sebuah keluarga sehingga diapun menerima konskwensi yang sangat berat, yang masyhur adalah apabila dia menolak ajakan suami untuk dinikmati, ancamannya dilaknat para Malaikat.

إذا دعا الرجل امرئته إلى فراشه فأبت فباتت غضبان عليها لعنتهاالمللآئكة حتى تصبح

"Ketika seorang laki laki mengajak tidur perempuannya, dan dia tidak mau, maka dia bermalam dalam keadaan berdosa, dan para Malaikat melaknatnya hingga pagi" Al Hadits aw ka ma Qola Rosululloh.

Laki laki yang kejam, lalim dan kekanak kanakan suka sekali memakai hadits diatas untuk mengancam perempuannya, ia mengabaikan alasan hukum sehingga sebuah hukum itu ditetapkan, yaitu kuwajiban dan tanggung jawab sesuai standart yang ditetapkan syari'at.

Saya sering bilang bahwa kita, laki laki Indonesia tidak ada yang mampu menikah sesuai aturannya fiqih dalam bermu'asyaroh, yang ada itu kawin atau rabi yang diaqadkan oleh penghulu atau yang mewakilinya.

Aturan fiqih mana yang membolehkan istri bekerja sendiri demi tercukupinya kebutuhan keluarga? Aturan fiqih mana yang melegalkan istri masak, mencuci, menyapu, menyusui, berbelanja dan ikut mencari nafkah sementara dia tidak punya ruang sedikitpun memberi alasan capek kepada Suaminya ketika hendak digauli? Sungguh jika demikian Islam akan menjadi agama yang kejam kepada wanita!!!

Tetapi para wanitapun juga tidak usah terlalu banyak menuntut suaminya untuk memenuhi poin poin aturan fiqih pernikahan, itu namanya menyalahi adat, lagian laki laki siapa yang mau dibebani sedemikian beratnya oleh wanita yang gak seberapa cantik seperti diapuranmu? Atau kau akan perawan seumur hidup atau janda cerai sampai mati?

Jadi kesimpulannya pernikahan dalam tanda kutip di Indonesia ini adalah pernikahan gotong royong yang menimbulkan konskwensi musyawarah untuk mencapai sukarela  dalam menghadapi berbagai masalah rumah tangga termasuk urusan sex. Oleh sebab itu pulalah kita kenal dan kita sepakati sebuah tambahan istilah dalam masalah warits, yaitu gono gini, apa coba kalau dalam bahasa fiqihnya? Gak ada!!! Di kitab fiqih gak ada istilah bondo gono gini.

Nusyaz nusyuz wae cangkemmu, sementara kamu ngocang ngaceng tanpa memperdulikan fisik dan psikologi istrimu.

Penuhi kuwajibanmu sepenuh penuhnya, baru kamu menuntut hakmu sepenuhnya juga.

Wanita itu paling tidak tega melihat laki lakinya tersiksa menahan hasrat sexualnya, kalau kalian memperlakukan baik istrimu, dia akan membalasnya sepuluh kali lipatnya. Nggak sampai laki yang mengajaknya kalau kamu baik dan perkasa, apalagi sampai memaksa, wanita yang akan menawarkan dirinya kepadamu jika dia kamu perlakukan dengan baik.

Saya yang gagah perkasa, kaya raya, penuh kasih sayang kepada sesama, terhusus istri, yang punya kekuatan berkali lipat dari perjaka sehat sekalipun, tidak pernah yang namanya meminta paksa kepada istri, main tubruk saja tidak pernah.

Terus terang ya, istri saya itu akan nampak lebih cantik ketika tidur pulas dan lebih mengundang syahwat saya daripada ketika melek, tetapi walaupun puncak syahwat sudah mau jatuh, tetapi rasa sayang saya lebih dominan ketika melihat kepulasannya, pasti dia capek, dan aku tidak ingin merampas nikmat tidurnya. Bahkan aku berjalan ndimik ndimik agar dia tidak terbangun.

Apakah saya tidak tersiksa dengan harus membendung hasrat seksual saya? Apalagi ketika habis minum  Madu Suwuk dan Jamu Suwuk atau Madu SUWUK dengan campuran banyu suwuk, tidak!!! Justru disitulah seni bercinta sesungguhnya. Karena cinta itu lain dengan pemuja farji.

Zainal Wong Wongan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...