Sekelip, Saksi Perjuangan Warga Ponorogo Melawan Belanda Dalam Perang Diponegoro


Sekelip, Saksi Perjuangan Warga Ponorogo Melawan Belanda Dalam Perang Diponegoro.

Di tepi jalan raya Ponorogo- Magetan, antara desa Polorejo dan Sukosari terdapat persawahan luas bernama Sekelip. Tempat ini menjadi saksi perjuangan warga Ponorogo saat perang Diponegoro. Berikut kisahnya:

Pada saat terjadi perang Diponegoro, banyak warga Ponorogo yang bersimpati pada beliau diantaranya Raden Brotonegoro bupati Polorejo ( Kutho Lor). Jaman tersebut kawasan Polorejo memang sebuah kabupaten yang memiliki pemerintahan sendiri.

Ketika pasukan Pangeran Diponegoro bergeser dari Pacitan ke Ponorogo, mereka beristirahat di Kabupaten Polorejo lalu bergerak ke Barat. Pasukan Belanda kemudian bersiap menyerbu Polorejo yang dianggap melawan Belanda karena membantu Pangeran Diponegoro.

Raden Brotonegoro sadar akan digempur lalu membuat kubu pertahanan di persawahan arah Lor Kulon, membuat menara pengamat dari Bambu agar bisa melihat musuh yang datang.

Tak lama kemudian, Pasukan Belanda benar benar datang dengan kekuatan besar dan senjata lengkap hingga pasukan Raden Brotonegoro terpisah pisah.

Menjelang malam pasukan ini bisa berkumpul kembali karena melihat cahaya pelita/lampu dari menara bambu yang terlihat KELIP KELIP ( terlihat kecil dari kejauhan). Karena hal itu maka tempat tersebut dinamakan SEKELIP.

Singkat cerita Raden Brotonegoro digempur lagi hingga terluka parah, lalu oleh pekathik ( tukang kuda) dibawa berlari hingga gunung Gombak Nglarangan.

Disebut Nglarangan karena Belanda melarang rakyat mendekat agar Raden Brotonegoro tidak bisa ditolong. Beliau kemudian meninggal dan dimakamkan di tempat tersebut.

Menurut buku babad Ponorogo, setelah dimakamkan di Gunung Gombak, jasad Raden Brotonegoro secara rahasia dibawa oleh saudara saudaranya ke Makam Setono agar dimakamkan dekat dengan saudaranya yang lain.

Dikutip dari berbagai sumber. Babad Ponorogo.
Sumber: FP Setenpo

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...