Pernikahan Dini


Banyak Sekali orang yang melakukan pernikahan usia dini karena melihat praktek pernikahan Nabi dengan Siti Aisyah.

Ini adalah kesombongan yang keblabasan. Menyamakan diri dengan Nabi yang penuh ketakwaan Dan moralitas luhur sangat Tidak pantas.

Nabi menikahi Aisyah bukan karena nafsu, tapi karena murni memenuhi perintah Allah. Ada rahasia syariat dalam pernikahan ini. Nabi berhasil mendidik Siti Aisyah sebagai ilmuwan perempuan yang berhasil menghafal Dan meriwayatkan hadis-hadis Nabi.

Selain fungsi ketundukan kepada perintah Allah, Ada fungsi tarbiyah-ta'lim dalam pernikahan Nabi dengan Siti Aisyah. Nabi juga Tidak langsung menggauli Siti Aisyah, tapi menunggunya sampai usia 9 tahun. Bahkan Ada yang mengatakan sampai 18 tahun.

Fakta Pernikahan Dini

Bayangkan dengan praktek pernikahan usia dini sekarang ini yang disebabkan banyak faktor:

Pertama, banyak diawali dengan kasus pergaulan bebas Dan seks bebas. Bahkan banyak dari mereka yang sudah Hamil duluan, sehingga pernikahan yang dilakukan tujuan utamanya adalah menutupi aib keluarga supaya Anak yang lahir nanti Punya Ayah.

Kedua, Tidak Ada fungsi ta'lim-tarbiyah, sehingga keluarga yang dibangun rentan terhadap perceraian, kekerasan dalam Rumah tangga, Dan bahkan berakhir dengan kematian saat melahirkan.

Melangkah ke Depan

Menuju keluarga sakinah mawaddah wa Rahmah yang Punya Lima indikator (mitsaqan ghalidhah atau ikatan kokoh dunia akhirat, zawaj atau berpasangan saling melengkapi, muasyarah bil Ma'ruf atau bergaul Dan berinteraksi dengan Cara yang baik, Musyawarah terhadap segala Hal, Dan an taradlin atau saling menyukseskan Dan membahagiakan) maka dibutuhkan beberapa langkah:

Pertama, kematangan mental-psikologis yang ditempa dengan berbagai problematika hidup. Salah satu indikatornya adalah mampu menahan emosi Dan mudah memaafkan orang lain.

Kedua, kematangan biologis, khususnya alat reproduksi. UU sekarang mewajibkan usia perkawinan laki-laki Dan perempuan minimal 19 tahun.

Ketiga, kematangan ilmu. Ilmu didapatkan dari semua sumber, baik lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Lebih baik jika sudah menyelesaikan Studi S1 sehingga Punya banyak ilmu sebagai bekal berumah tangga.

Keempat, kemandirian Ekonomi. Tantangan hidup semakin komplek, sehingga kemandirian Ekonomi menjadi keniscayaan. Dalam konteks ini, Paling Tidak pasangan yang Akan menikah sudah Punya pengalaman Kerja, skills entrepreneurship, Dan Punya kreativitas dalam mengembangkan Ekonomi.

Kelima, kematangan sosial. Pernikahan adalah pernikahan Dua keluarga Besar laki-laki Dan perempuan. Banyak Sekali konflik yang terjadi. Dalam rangka mengantisipasi Hal ini, maka kematangan sosial sangat dibutuhkan sehingga masing-masing Suami atau istri mampu beradaptasi Dan berkolaborasi dengan anggota keluarga barunya.

Pernikahan Dini Bukan Solusi

Pernikahan Dini masih sangat jauh dari kriteria pernikahan sakinah mawaddah wa Rahmah di atas. Oleh sebab itu pernikahan Dini Bukan Solusi dari masalah yang dihadapi. Langkah-langkah yang dilakukan adalah:

1. Sibukkan Anak dalam kegiatan yang positif. Jangan beri waktu luang yang bisa digunakan untuk hal-hal negatif.

Ingat statement Ulama:
"Jika waktu Tidak digunakan untuk kebaikan, maka setan Akan mengalihkan waktu tersebut kemaksiatan".

Memasukkan anak ke pesantren menjadi salah satu solusi. Pesantren yang mendidik akhlak, meningkatkan ilmu Dan menyibukkan Anak dengan kegiatan yang positif.

2. Lakukan pengawasan intensif. Hal ini mutlak diperlukan mengingat pergaulan remaja sekarang sudah sangat liberal-permisif.

3. Pendidikan Agama yang mampu membangun karakter positif sangat dibutuhkan supaya Agama menjadi pondasi karakter yang akan terus menghiasi seseorang dalam hidup.

4. Pergaulan Anak Harus dalam lingkungan yang positif Konstruktif. Teman Dan lingkungan pergaulan sangat mempengarungi perkembangan Anak. Orangtua Harus membimbing Dan mengarahkan anak supaya bergaul dengan teman yang baik.

5. Membekali Anak dengan berbagai ilmu Dan skills entrepreneurship yang sangat bermanfaat dalam kehidupan di Masa depan, khususnya setelah menikah.

والله اعلم بالصواب

Rembang, 29-30 Oktober 2019
Jamal Pati

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...