Kisah Pengusaha Sukses yang Suka Ziarah ke Makam Nabi SAW


Ada salah satu pengusaha sukses yang suka melakukan ziarah ke makam Kanjeng Nabi SAW. Dan itu hampir setiap tahun.

Hebatnya. Setelah dari Madinah. Ia biasanya langsung terbang menuju Iraq, di makam Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Kemudian makam-makam ampuh sekitarnya.

Saking seringnya ritual itu dilaksanakan. Pernah suatu ketika di depan makam Baginda Nabi Shallallahu Alayhi Wasallama. Ia bergumam bahagia, "Ya, Rasul. Mungkin yang dari Indonesia. Hanya hambamu ini yang setelah dari sini langsung menuju ke Sultanul Auliya'mu Syaikh Abdul Qaadir". Lalu ia terbang menuju Baghdad.

Sampai di masjid dekat makam. Ketika akan masuk. Ia dihentikan oleh penjaga masjid:

"Kamu dari Indonesia, kan?" tanyanya dalam terjemah Indonesia.

"Iya,"

"Sebentar. Jangan masuk dulu. Sebab biasanya. Malam Jum'at seperti sekarang ini. Ada orang dari Indonesia yang juga shalat jamaah disini. Istimewanya. Ketika orang itu datang. Suara keras ngaji dan dzikir di masjid ini mendadak surut dan hening sampai ia duduk. Lalu keras seperti biasa lagi"

Sangat penasaran orang itu. Ia menantinya. Beberapa saat kemudian muncullah orang itu. Dan fenomena yang terjadi, persis yang dikatakan penjaga masjid: Suara mendadak surut dan hening. Lalu ramai kembali setelah orang itu duduk.

Dari jauh ia amati orang tersebut. Terkejut bukan main. Ternyata beliau adalah al-Marhum al-Maghfurlah Mbah Yai Dimyathi Banten. Langsung ia mendekat dan meminta salaman.

Lebih takjub lagi setelah pulang ia tahu, bahwa pas malam Jum'at itu. Buya Dimyathi istiqamah melantunkan shalawat berjamaah. Dan tidak pernah kemana-mana.

Dalam salah satu riwayat. Pernah Abuya Dimyathi berkata pada salah seorang santri: "Jangan dikira di jawa ini tidak ada wali"

Lahumul Faatihah.
Wallahu A'lam. Kisah oleh2 FMPP dari KH. Munir Akromin. Di aplud waktu pembukaan FMPP. Mugi angsal berkahe sedanten orang mulia niko.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...