Khasiat dan Manfaat Madu Murni bagi Kesehatan


Lathifah (Faidah lembut hehe) yang ada dalam Hayatul Hayawannya Imam Daamiri bab an-Nahlah ini, asyik sekali. Begini intinya:

Sungguh! Gusti Allah Ta’ala mengumpulkan dalam lebah: racun (sengatan) dan madu. Ini menunjukkan betapa sempurnanya kuasa-Nya ... Mustinya, begitupula amal seorang mukmin, yakni harus ada perpaduan antara Khauf (Takut) dan Raja’ (Pengharapan).

Dalam madu ada tiga hal, yang seharusnya mukmin juga mempunyainya: Syifa’ (Penyembuh), Khalawah (Manis), dan al-Laiyn (Lembut/lentur) ...

Kebanyakan obat dari para dokter, pahit. Sedang penyembuh dari Allah: Manis, yaitu madu.

Lihat, dia memakan apapun. Namun yang keluar hanya manis. Tidak berubah! Apapun makanannya.

“Madu adalah penyembuh dari segala macam penyakit. Sedang al-Qur’an adalah penyembuh hati” begitulah Sabda Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallama. Dalam sebagian riwayat, Beliau SAW.pun bersabda:

من لعق من العسل ثلاث غدوات من كل شهر لم يصبه عظيم من البلاء

“Yang menjilat madu tiga pagi setiap bulan, maka tidak akan terkena bala’ besar”

Apakah langsung cespleng?! Yang penting yakin! 😎😎😀🙏

Alkisahnya:

Ada salah satu sahabat nabi yang mengadukan sakit perut kawannya:

“Saudaraku perutnya berasa berputar, Ya Rasul”. Maka Baginda Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallama bersabda, “Minumkan madu!”. Kemudian ia meminumkan madu pada saudaranya. Namun, selang berapa saat ia kembali lagi: “Ya, Rasulallah. Madu telah kuminumkan. Tapi, perutnya malah tambah berasa berputar-putar”

“Minumkan madu!” jawab nabi SAW. tetap. Ia pun mondar-mandir tiga kali.

Yang keempat kalinya. Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallama bersabda:

صدق الله وكذب بطن أخيك اسقه عسلا
“Allah benar (dengan firman-Nya!) dan perut saudaramu bohong. Minumkan madu lagi padanya!”

Untuk terakhir kali ini. Sahabat itu meminumkan lagi madu. Dan sakit perut saudaranya sembuh.

Makanya, saking mantab dan yakinnya madu adalah penyembuh segala hal. Imam Abu Wajrah senantiasa mengoleskan madu di matanya (celak-an) dan mengobati penyakit apapun dengan madu.

Pun pula, sahabat Abdullah bin Umar bin Khattab RA. Ketika mengeluh sakit, beliau pasti menggunakan madu sebagai obat. Sampai mengolesi dummal (bisul, borok, radang di bawah kulit, jerawat, puru), Qurkhah (borok, sakit, bernanah), dan Qurshah (luka akibat benda tajam) dengan madu! Lalu beliau membaca:

وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ اَنِ اتَّخِذِيْ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا وَّمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُوْنَ # ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۗ يَخْرُجُ مِنْۢ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ فِيْهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia, kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan, lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 68 – 69).

Bahkan yang sering dipraktekkan para Kyai pun juga dilakukan oleh salah satu sahabat Nabi:

Adalah sahabat ‘Auf bin Malik RA. yang ketika sakit berkata: “Ambilkan aku air. Karena Allah Ta’ala berfirman: وَنَزَّلْنا مِنَ السَّماءِ ماءً مُبارَكاً” Lalu berkata lagi, “Ambilkan madu” dan membaca QS. An-Nahl diatas. Kemudian berucap: “Ambilkan aku minyak zaitun. Sebab ia dari pohon yang diberkahi”. Mencampur semuanya. Meminumnya. Dan sembuh!

Wallahu A’lam bis-Shawaab.

Kyai Robert Azmi, Nganjuk.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...