Ikan Berbentuk Manusia

Benarkah ada Ikan berbentuk manusia? Dalam Hayatul Hayawannya Imam Daamiri:

حياة الحيوان الكبرى (2/ 451)
أبو مزينة: سمك في البحر على صورة الرجال، يقال إنهم يظهرون بالاسكندرية والبرلس ورشيد على صورة بني آدم بجلود لزجة وأجساد متشاكلة، لهم بكاء وعويل إذا وقعت في أيدي الناس، وذلك أنهم ربما برزوا من البحر إلى البر، يتمشون فيقع بهم الصيادون، فإذا بكوا رحموهم وأطلقوهم كذا ذكره القزويني.

“Abu Maziinah adalah nama dari ikan yang berbentuk seperti laki-laki. Dikabarkan: mereka nampak dilautan Iskandariyyah, Burullus dan Rasyiid (Ketiganya daerah Mesir) dengan bentuk anak adam berkulit lengket dan dengan berbagai macam bentuk. Ketika tertangkap manusia, mereka menangis, mengeluh dan meratap. Itu sebab mereka muncul ke daratan dan berjalan-jalan lalu tertangkap para pemburu. Namun, kebanyakan penangkap ikan, mengasihi serta melepaskan mereka. Begitulah tutur Imam Quzwaini”.

Dalam kitab Ajaaibul Makhluqatnya Imam Quzwaini:

امة على صورة النساء لها شعور وثدي لافحل فيهن يلقحن من الريح ويلدن أمثالهن ولهن أصوات مطربة يجتمعن عليهن الحيوانات لطيب أصواتهن

“(Salah satu dari 16 Makhluk Ajaib adalah) Kaum berparas wanita yang memiliki bulu dan payudara namun tidak mempunyai pejantan , meraka kawin melalui udara (semacam penyerbukan) dan melahirkan sejenis mereka, mereka mempunyai suara yang indah nan merdu sehingga binatang-binatang berkumpul karena kemerduan suaranya”.

Dan dua Ibarat terakhir pernah hamba singgung, entah berapa puluh hari lalu wkwk:

حياة الحيوان الكبرى (1/ 69)
إنسان الماء: يشبه الإنسان، إلا أن له ذنبا. قال القزويني: وقد جاء شخص بواحد منها في زماننا، مقدر كما ذكرنا. وقيل: إن في بحر الشأم، في بعض الأوقات من شكله، شكل إنسان وله لحية بيضاء، يسمونه شيخ البحر، فإذا رآه الناس استبشروا بالخصب.

“Insaanul Maa’; Manusia air adalah hewan laut yang menyerupai manusia, hanya saja mereka mempunyai ekor. Imam Quzwayni berkata: Dizaman kita salah satu dari mereka menampakkan diri. Dikirakan seperti yang kami tuturkan.

Dituturkan: Di lautan sekitar Syam (Syiria dan sekitarnya), di sebagian waktu, muncul makhluk yg bentuknya seperti manusia, ia punya jenggot putih. Penduduk sekitar menamakannya Syaikhul Bahr; Si kakek lautan. Bila ada yang melihatnya, ia membahagiakan mereka dengan kesuburan (Sebagai pertanda keberuntungan)”.

حياة الحيوان الكبرى (1/ 227)
بنات الماء: قال ابن أبي الأشعث: هي سمك ببحر الروم، شبيهة بالنساء ذوات شعر سبط، ألوانهن إلى السمرة، ذوات فروج عظام وثدي، وكلام لا يكاد يفهم، ويضحكن ويقهقهن. وربما وقعن في أيدي بعض أهل المراكب، فينكحونهن ثم يعيدونهن إلى البحر.

“Banaatul maa’; Gadis-gadis air. Menurut Imam Ibnu Abil Asy’ats adalah sejenis ikan di lautan Romawi yang menyerupai wanita. Mereka mempunyai rambut terurai, berkulit coklat kekuningan (Sawo matang?!), punya alat kelamin wanita yang besar (Arabnya: Dzawaatu Furuujin Idzhoomin xexe) dan buah dada. Bicaranya hampir tidak bisa di fahami. Merekapun bisa tertawa dan terbahak-bahak. Kadang ada dari mereka yg tertangkap para nelayan, dan para nelayan itu “menikahi” mereka, lalu mengembalikannya ke lautan.

حياة الحيوان الكبرى (1/ 69)
الكم: سئل الليث «1» بن سعد رضي الله عنه عن أكله فقال: لا يؤكل على شيء من الحالات والله تعالى أعلم.

“Trus? Bagaimana? (Mungkin redaksi yang benar: al-Hukmu; Bagaimana hukumnya?): Ketika Syaikh al-Laist bin Sa’d RA. Ditanya tentang hukum memakan mereka (Segala ikan yang berbentuk manusia). Beliau menjawab: Bagaimanapun juga mereka tidak bisa dimakan. Wallahu A’lam”.

Diulas oleh Kyai Robert Azmi, Nganjuk

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...