10 Prinsip Kesuksesan Menurut Kaisar Marcus Aurelius


Marcus Aurelius adalah seorang kaisar Romawi yang memerintah tahun 161 – 180 masehi. Pada masa pemerintahannya sebagai kaisar, Marcus Aurelius membuat suatu karya tulis tentang prinsip meraih sukses. Mari kita simak prinsip-prinsip yang merupakan buah dari otaknya yang cemerlang.

1. Fokus pada memberi nilai tambah.

Marcus Aurelius punya keyakinan bahwa kita semua tujuan dan panggilan hidup. Alasan mengapa kita diciptakan. Kita masing-masing unik, punya talenta, passion dan tujuan hidup yang harus kita temukan. Kita harus menemukan cara bagaimana sebaik-baiknya membagikan apa yang kita miliki ini pada orang lain. Karena kita hanya bisa memperoleh apa yang kita inginkan, jika kita membantu orang lain memperoleh apa yang mereka inginkan. Impianmu bisa terwujud sejauh kamu membantu orang lain mengalami peningkatan dalam hidupnya.

Masalahnya, sebagian besar orang terlalu fokus pada dirinya sendiri untuk peduli pada kebutuhan orang lain. Jika kamu mau sukses, lakukan hal-hal yang nampaknya kecil dan sepele dengan penuh semangat. Lakukan sebaik mungkin dan terus raihlah kemajuan. Karena semakin banyak nilai tambah kamu berikan ke orang lain, semakin mereka akan memberi kembali nilai tambah padamu.

2. Persempit fokusmu.

Kamu punya jumlah waktu dan energi terbatas untuk meraih tujuanmu setiap hari. Namun terlalu kerap fokus kita menyebar karena kita berusaha meraih terlalu banyak sasaran sekaligus. Akibatnya, kita jadi sulit menindaklanjuti rencana-rencana kita. Kita perlu berkata tidak pada hal-hal yang tidak perlu. Kita bisa merujuk pada strategi temuan Warren Buffet yakni “2 list strategy” untuk memprioritaskan hal-hal yang memang penting. Strategi ini sangat sederhana dan efektif. Begini caranya:

Langkah #1: tuliskan 25 hal yang kamu ingin raih tahun ini.
Langkah #2: tinjaulah apa yang sudah kamu tulis.
Langkah #3: dari 25 hal tadi, lingkarilah 5 sasaran terpenting.
Langkah #4: bagilah menjadi dua kelompok. Kelompok A berisi 5 sasaran prioritas tadi dan 20 sisanya masuk kedalam Kelompok B.
Langkah #5: hindari sekuat tenaga untuk fokus pada sasaran Kelompok B. Jangan beri perhatian sama sekali pada sasaran Kelompok B ini sebelum kamu berhasil meraih sasaran Kelompok A.

Pastikan kamu memperbesar waktu dan tenagamu pada 5 sasaran Kelompok A.

3. Latihlah disiplin diri.

Disiplin adalah tetap melakukan sesuatu meski saat itu kamu enggan melakukannya. Disiplin harus diterapkan secara rutin. Terus meraih kemajuan pada sasaran yang hendak kamu kejar. Kerangka untuk menerapkan disiplin kedalam action terdiri dari tiga elemen:

Satu: take action.
Dua: melakukan sesuatu dengan tujuan.
Tiga: melakukan apa yang benar untuk alasan yang benar.

Fokusmu dikacaukan keluar jalur oleh hal-hal lain adalah musuh besar bagi disiplin. Terkadang hal-hal yang mengganggu fokusmu ada diluar kendalimu. Saat menghadapi situasi semacam ini, kamu menggunakan “Dichotomy of Control” ciptaan Epictetus. Kuatkan hal-hal yang bisa kamu kendalikan, dan rengkuhlah serta terimalah hal-hal yang tak bisa kamu kendalikan. Maka kamu akan beroleh ketenangan dan kedamaian.

Disiplinkan dirimu terhadap impuls-impulas dan instink-instink. Arahkan tindakanmu untuk apa yang mau kamu raih dan jangan kurang dari itu.

4. Terimalah pengorbanan.

Kamu harus menerima pengorbanan yang memang harus kamu berikan dan kerahkan untuk mengerjakan apa yang memang harus dikerjakan. Sukses dan kemajuan selalu butuh pengorbanan. Kamu tak akan meraih sukses dan kemajuan jika kamu tidak mau berusaha dan berkorban. Ini menuntut penderitaan dan rasa sakit. Memang begitulah dunia bekerja. Jika kamu tidak mau berkorban, kamu tidak bisa menciptakan momentum untuk meraih sasaranmu.

Kehidupan adalah sebuat permainan yang panjang, dan kamu harus mengorbankan kenikmatan dan kesenangan jangka pendek demi sukses jangka panjang. Kamu harus mau memikul dan menanggung rasa sakit, penderitaan dan kesulitan tanpa mengeluh. Kamu harus fokus pada apa yang bisa kamu kendalikan dan abaikan sisanya.

5. Berkumpul bersama orang-orang positif.

Kamu adalah rata-rata dari 5 orang yang kamu habiskan waktu bersamanya. Ingat, kamu menjadi seperti mereka. Tanyakan pada dirimu sendiri tentang orang-orang yang kamu habiskan waktu bersama: apa mereka membuatmu jadi orang yang lebih baik? Apakah mereka mendorongku maju? Ataukah mereka menarik dan menyeretku turun kebawah selevel dengan mereka? Warren Buffett pernah berkata, “Lebih baik habiskan waktu dengan orang-orang yang lebih baik darimu.” Mereka menularkan pengaruh yang baik dan positif terhadapmu. Membuatmu maju.

6. Hargailah waktumu. Perlakukan waktumu bagaikan uang.

Kenapa? Karena kamu selalu bisa mendapatkan lebih banyak uang didalam kehidupan, namun jumlah waktumu selalu sama setiap hari. Selalu ada orang yang siap menyia-nyiakan waktumu. Beda antara orang-orang sukses dan orang-orang gagal adalah orang-orang sukses bisa berkata “tidak” pada banyak hal. Saat kamu bekata “tidak” ini artinya kamu sedang melindungi waktu dan tenagamu hanya untuk hal-hal yang benar-benar penting.

7. Miliki standar hidup dibawah penghasilanmu.

Hiduplah dengan apa yang benar-benar kamu butuhkan saja. Warren Buffett, yang penghasilannya bersihnya sekitar 65 miliar dolar, hidup dirumah yang sama yang ia beli di tahun 1958 seharga $31.500. Ini bukan karena dia pelit, namun karena hal-hal yang sungguh penting dan dia butuhkan memang murah harganya. Ini gaya hidup yang ia jalani. Ia punya minat yang biayanya jauh dibawah penghasilannya sehingga mereka punya kebebasan untuk menggunakan uangnya untuk hal-hal yang paling penting dan bermakna. Dengan adanya hidup diseputar apa yang paling mereka minati, ini artinya mereka bisa menikmati hidupnya. Semakin banyak hal yang kita inginkan dan semakin besar penghasilan yang kita butuhkan untuk memelihara keinginan itu, sebenarnya mengurangi kebebasan hidup kita dan membuat kita semakin tak bisa menikmati hidup.

8. Sederhanakan dan lakukan saja tugasmu.

Banyak orang membuat hidupnya sendiri ruwet karena terlalu memikirkan ini dan itu yang sebenarnya tak begitu perlu mereka pikirkan. Mereka memikirkan apa yang orang lain pikir tentang mereka. Mereka memikirkan merek pakaian yang hendak mereka pakai. Mereka memikirakan apa yang orang lain bicarakan tentang mereka dan masih banyak lagi. Mereka memikirkan mau pakai sepatu merek apa.

Bukan saja ruwet tapi mereka juga tidak take action. Kita perlu fokus hanya pada tugas didepan mata. Lakukan saja. Saat seseorang mengatakan akan melakukan sesuatu dan sungguh melakukannya, orang akan menghormati mereka. Ini artinya mereka bisa diandalkan.

9. Terus-menerus beradaptasi dan belajar dari kegagalan.

Setiap halangan yang kamu jumpai adalah bagian dari kemajuan yang harus kamu raih. Rintangan bisa membuatmu stres dan takut. Terkadang itu membuatmu kewalahan sehingga kamu ragu apa bisa terus. Jika kamu mengharapkan hasil yang berbeda, kamu harus melakukan cara yang berbeda. Kita melakukan rutinitas yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda. Kegagalan memang bagian dari kehidupan dan kita tak punya kendali terhadapnya. Namun, belajar dari kegagalan adalah sebuah pilihan. Kita harus selalu mengadakan penyesuaian hingga akhirnya berhasil meraih hasil yang kita inginkan.

10. Jalani kehidupan yang berpusat pada prinsip, bukan pada kekayaan, piagam penghargaan, keluarga atau kekuasaan.

Saat kita meraih sukses, pastikan itu tidak mengubahmu menjadi orang sombong. Ini tandanya kita memelihara dan punya kekuatan karakter saat kita tergoda untuk jadi tinggi hati. Mungkin kamu sudah bekerja keras, melakukan banyak pilihan cerdas, dan disinilah kamu. Berhasil. Maka, antidotnya disini adalah kerendahan hati. Ini perlu ada saat kita mengalami momen-momen keberhasilan dan merasa sedang di puncak dunia. Kita harus tetap menganut sikap mau belajar. Karena selalu ada orang yang lebih sukses, pintar dan bijak dibanding kita.

Itulah sepuluh prinsip keberhasilan yang dicanangkan oleh Kaisar Marcus Aurelius. Ini masih bisa berlaku hingga jaman kini. Semuanya terpulang kembali kepadamu untuk menerapkan seluruhnya atau sebagian yang kamu anggap bisa masuk ke kamu.

Penulis: Boni Sindyarta

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...