Inilah Pola Hidup Mbah Maimoen Zubair

Pikirkanlah pola hidup Mbah Moen, putera sedemikian banyaknya menjadi Alim semua, wong tenan semua, usianya yang panjang juga sebab beliau total menjalani hidupnya dengan Syari'at, beliau rutin berobat, jamu, minum pil dan juga usaha usaha yang tidak kasat mata.

Anak ya ditoto, dipernahke, dimodali secara material, gak berhenti hanya dididik dan didoakan saja, Mbah Moen tidak lalu sok tawakkal dengan segala amanah yang dipikulnya.

Puluhan tahun beliau menderita sakit, puluhan tahun pula beliau minum obat, tidak lantas tawakkal begitu saja.

Dalam menjalankan tatanan lahiriyyah saja, beliau sangat detai dan teliti, termasuk diantaranya memilih hari hari baik ketika menikahkan sampai membangun sebuah bangunan. Tidak lantas bilang semua hari itu baik, semua hari itu milik Alloh. Beliau sering dawuh, wong jowo yo kudu nganggo jawane.

Sejak kecil saya suka mengamati gerak gerik Mbah Moen, beliau cenderung menjalankan segala tatanan lahir secara total dan mendasar.

Hidupnya tertib, ngajinya tertib, segalanya tertib.

Sekelas Mbah Moen yang saya yakin sekali berdoa pasti diijabah, beliau tidak lantas meninggalkan hal hal yang bersifat lahiriyyah.

Lalu sayapun menyimpulkan bahwa puncak dari tawakkal adalah berusaha dengan maksimal dan menyelaraskan semua usahanya dengan tuntunan agama.

Tawakkal itu perbuatan hati, dan tak ada yang mampu menilai kecuali Alloh, adapun jasad jasmaniyyah hanya punya satu tugas, yaitu mencari dan menjalani sebab. Ketika alpa menjalani tugasnya, otomatis berdosa, karena ia telah mengabaikan syukur. Kere, ya nyambut gawe, bukan wiridan melulu, sakit ya berobat, bukan suwuk melulu, ya suwuk, ya berobat, ya wiridan.

Penulis: Zainal Wong Wongan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...