Sepotong "daging" milik VA dibanderol seharga 80 juta


Netizen sedang dihebohkan dengan trending topik soal PSK artis berinisial VA yang dibanderol seharga 80 juta oleh seorang pengusaha. Kasus semacam ini sedikit banyak membuka mata kita tentang potret kehidupan para artis tanah air, meskipun tidak semua artis berperilaku demikian. Sebagian orang tentu bertanya-tanya, mengapa artis-artis cantik nan bergelimang harta tak kunjung menikah juga meskipun usianya sudah memasuki bahkan lebih dari kepala tiga?

Bicara soal perpeeskaan, menarik untuk disimak cerita dari mas Aji Prasetyo. Dua hari lalu, ia oleh seorang kawan yang baru dikenal ditawari seorang mahasiswi kampus negeri yang lagi butuh uang. Buat bayar kos, katanya.

Berapa tarif mahasiswi yang ditawarkan kawan baru ini? Dia sebutkan sebuah nominal yang setara dengan penghasilan pegawai kedainya dalam sebulan.

Mas Aji bukan termasuk orang yang menentang bisnis PerPSKan. Cuma sering mentertawakan bagaimana para pengguna jasa itu termakan harga yang dimainkan oleh pelaku bisnis. Para pria pengguna jasa PSK tanpa disadari masih membawa ego kelelakiannya. Semakin jarang si PSK dipakai oleh pria lain, maka "nilai kenyamanannya" pun makin mahal.

Menurutnya, itulah kenapa para pria kaya rela membelikan rumah seorang perempuan simpanan dan menanggung biaya hidupnya. Tujuannya cuma satu, agar tubuh perempuan itu hanya dia yang berhak menjamahnya.

Mas Aji tidak bilang kalo itu bagian dari praktik pr0st1tusi. Tapi sebuah contoh dari kesepakatan klasik antara pejantan dan betina sepanjang sejarah bumi.

Lihat saja perilaku gorila (mereka salah satu binatang yang mengenal poligami). Pejantan yang menguasai aset menawarkan sebagian asetnya pada betina demi hohohihe. Sedangkan betina menawarkan hohohihe kepada pejantan agar bisa ikut menikmati aset. Tuh, kan? Apa bedanya dengan manusia, hingga detik ini?

Bagaimana jika ada gorila betina mampu memiliki aset sendiri? Yang akan terjadi adalah hohohihe yang dia lakukan dengan pejantan adalah hasil kesepakatan antara keduanya atas dasar sama-sama menginginkan. Bukan karena transaksi aset.

Itu tadi opini dari Mas Aji, orang yang tidak menentang pelaku hohohihe luar nikah dan poligami. Hanya sering mentertawakan sebagian pelakunya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...