Jadilah Muslim-Muslimah Indonesia

Catatan dan Renungan Awal Tahun 2019:
Jadilah Muslim-Muslimah Indonesia

Wahai umat Islam warga negara Indonesia dimanapun kalian berada, jadilah "Muslim-Muslimah Indonesia". Kalian tak perlu, sama sekali tak perlu, menjadi Muslim/Muslimah Saudi, Yaman, Turki, India, Pakistan, dlsb.

Dalam berislam, kalian juga tak perlu meniru-niru "gaya berislam" Bangsa Arab. Kualitas keislaman seseorang bukan ditentukan oleh kearaban (atau keturkian, keyamanan, keindiaan, kepakistanan dan seterusnya).

Meskipun begitu, berbuat baik dan menjaga persaudaraan dengan bangsa dan orang Arab (sebagaimana dengan orang dan bangsa lain di dunia ini) jelas perlu sebagai sesama umat manusia yang sama-sama tinggal di planet bumi ini. 

Bagaimana pun juga kalian ini adalah orang Jawa, orang Betawi, urang Sunda, orang Madure, orang Minang, orang Medan, orang Aceh, orang Makasar, orang Lombok, dan seterusnya.

Meskipun kalian berusaha setengah mati meniru gaya berislam orang Arab dan berdandan "Ngarab" alias ala Arab, sampai bumi njomplang, sampai lebaran onta, atau sampai Upin-Ipin lulus kuliah pun, kalian tak akan bisa "menjadi Arab". Camkan itu!

Cobalah ambil cermin dan mengaca: siapa dirimu? Seperti apa bentuk raimu? Seperti apa desain cingirmu itu? Sekali mblesek tetap mblesek hidungmu itu!

Jadi, berislamlah "ala Indonesia", "ala Nusantara" yang tetap menghormati tradisi dan budaya lokal Nusantara. Apalah artinya kalian mencaci-maki budaya Nusantara tapi malah petakilan mempraktikan budaya Arab.

Mahluk jenis apa kalian itu: budaya Nusantara warisan kakek-nenek moyang sendiri disesat-sesatkan, budaya Arab yang bukan warisan leluhur kalian malah diagung-agungkan?  

NB: karena ini "catatan" dan "renungan", silakan dicatat dan direnungkan.🤔

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia
Prof. Sumanto Al Qurtuby

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...