Dendam Positif, Merubah Kebencian Menjadi Kemenangan


Setiap manusia pasti pernah merasa tersakiti. Bisa tersakiti oleh teman sendiri, oleh kekasih, oleh saudara, oleh perusahaan, dan oleh siapa saja. Jika kita biarkan perasaan itu berkeliaran dalam hati kita, maka dendam kesumat yang akan terjadi. Tapi jika kita mampu mengolah perasaan sakit itu menjadi energi positif, maka dendam pun akan menjadi dendam positif.

Dendam positif adalah buah dari kemampuan kita mengontrol diri sendiri agar jangan sampai energi, pikiran, dan kemampuan kita terbuang sia-sia hanya untuk memikirkandia. Dendam positif adalah bagaimana kita menggunakan ledakan energi negatif itu untuk tujuan yang positif dengan cara yang positif supaya hasilnya positif.

Kesuksesan seseorang salah satunya kalau dia bisa mengolah dendam menjadi dendam positif. Bahkan ini bisa menjadi kesuksesan kolektif, misalnya kesuksesan sebuah negara.

Korea selama 35 tahun dijajahjepang. Mereka tersakiti dengan perlakuan jepang saat menjajahnya. Mereka marah dan benci terhadap jepang. Tetapi benci dan amarah itu secara kolektif dikelola oleh rakyat menjadi energi positif. "Kita harus mengalahkan Jepang." Begitu tekad mereka. Dan terbukti kini Korea pun mulai mengalahkan Jepang. Samsung hanya salah satu contoh.

Begitulah keberhasilan Korea dalam mengelola dendam. Artinya bahwa dendam positif sangat berguna membantu seseorang, kelompok, organisasi, sampai sebuah bangsa untuk membangkitkan energi perjuangan, memperjelas tujuan, dan alat pemersatu yang canggih. Buktikan bahwa Anda pun bisa!

Ketika kita merasa kuat dan lebih dari orang lain, ketahuilah bahwa semuannya itu bukan hanya untuk diri kita sendiri. Segala kelebihan yang kita punya adalah berkah dan anugerah yang dipercayakan pada kita untuk kita juga dapat membagikannya kepada orang lain yang sekiranya memerlukannya.

Ibarat sebuah tong yang terisi penuh dengan air, maka kita harus menuangkannya pada tong yang lain agar kita bisa terus diisi dengan air yang baru. Jika kita terus menyimpan air itu tanpa mau mengalirkannya pada orang lain, maka diri kita tidak akan punya ruang lagi untuk air yang baru, air yang fresh karena terus mengalir, melainkan hanya air yang tersimpan yang makin lama kehilangan kesegaran dan kejernihannya, bahkan bisa jadi air tersebut sudah berlumut.

Karena itu, berbagilah kelebihan yang kita miliki pada orang lain. Jika kita lebih kuat, bantulah kaum yang lebih lemah. Jika Anda lebih pandai, bantulah mereka yag lain agar bisa belajar dari Anda. Percayalah bahwa dengan memberi dan berbagi kepada orang lain tidak akan menjadikan Anda lebih kekurangan ataupun merugikan Anda. Justru Anda akan semakin diisi dengan hal-hal baru, berkah baru, dan kepuasan batin yang tak ternilai harganya.

Mereka yang kuat sudah seharusnya membantu mereka yang lemah, dan mereka yang pandai sudah seharusnya mengajarkan pada mereka yang masih perlu untuk belajar.

Karena untuk itulah kita semua berada di dunia ini agar dapat saling melengkapi satu dengan yang lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...