7 Alasan Kenapa Harus Pilih JOKOWI Lagi


Soal pilih memilih, setiap orang memang berhak untuk memilih, termasuk memilih siapa yang pantas untuk menjadi seorang kepala negera. Di Tahun 2019 ini nurani kita akan diuji melalui pesta demokrasi pemilihan presiden dan wakil presiden. Hak pilih yang kita gunakan nantinya akan ikut menentukan nasib bangsa ini untuk 5 tahun ke depan. Kedua paslon, yaitu beliau Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi telah aktif berkampanye dan siap dengan visi-misinya seandaniya nanti terpilih.

Dengan mempertimbangkan banyak hal dari berbagai sudut pandang, maka menurut sahabat Alto Luger, pasangan Jokowi-Amin lebih baik untuk dipilih. Apa alasannya? Berikut ini 7 alasan mengapa Jokowi adalah orang yang tepat untuk dipilih kembali sebagai presiden Republik Indonesia.

Pertama: Jokowi berasal dari keluarga yang sederhana dan dengan kekuasaan sebagai seorang Presiden, kesederhanaan itu tidak terkorupsi. Gaya hidup Jokowi dan keluarganya tidak berubah. Jokowi dan keluarganya memberi contoh bahwa "power tends to corrupt" itu sangat tergantung kepada bagaimana akhlak dan karakter individu dan keluarganya.

Kedua: Jokowi berasal dari keluarga biasa dan tidak terlahir dari keluarga yang self-entitlementnya tinggi. Beliau adalah profil yang masuk dan sama dengan sebagian besar masyarakat Indonesia. Kesederhanaan beliau bisa dirasakan oleh masyarakat menengah dan bawah yang merupakan kelompok mayoritas di Indonesia;

Ketiga: Jokowi bukan pemimpin yang sempurna, dan beliau tidak memaksakan untuk dianggap sebagai pemimpin yang sempurna. Jokowi punya banyak pekerjaan rumah penting dan beliau sama sekali tidak menutup-nutupi bahwa itu merupakan kelemahan beliau saat ini.

Keempat: Jokowi tidak anti kritik dan tidak menggunakan kekuasaan untuk membungkamkan orang atau kelompok yang mengkritik beliau. Ini adalah karakter seorang leader, bukan seorang boss. Beliau tidak memerintahkan alat-alat negara untuk menculik, mengarungin atau menciptakan 'kecelakaan' bagi orang-orang yang berseberangan dengan beliau.

Kelima: Jokowi bukan magnet bagi kelompok-kelompok intoleran, radikal dan ekstrim, baik itu kelompok-kelompok kecil yang tersembunyi, yang masih malu-malu, maupun yang sudah bermetamorfosa menjadi kekuatan politik. Beliau juga bukan magnet bagi pebisnis nakal yang bertujuan mencari keuntungan dengan menghalalkan segala cara.

Keenam: Jokowi tampangnya biasa aja dengan tutur kata yang juga biasa dan sederhana. Beliau tidak terlihat macho  dan tidak mencoba untuk menggambarkan diri beliau sebagai orang dengan karakter yang berbeda.  Beliau memberi harapan bahwa orang-orang biasa yang lahir dari rahim keluarga yang biasa-biasa aja itu bisa menjadi orang-orang yang luar biasa di negeri ini.

Ketujuh: Jokowi adalah kita. Kita yang tampangnya biasa-biasa saja, kita yang lemah dan kadang tersandera kelompok-kelompok minoritas tetapi bersuara keras, kita yang dikelilingi oleh orang-orang atau kelompok yang hanya menginginkan keuntungan pribadi atau golongan dan rela mengorbankan orang lain, kita yang butuh stabilitas dan kepastian hukum agar bisa mencari nafkah di bumi Indonesia dan kita yang siap membela NKRI sampai titik darah terakhir!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...