Perguliran Waktu


Perguliran waktu adalah suatu keniscayaan dan kita hidup berada di dalamnya. Dalam perguliran waktu selalu ada awal dari akhir. Awal dan akhir sebagai waktu, maupun awal dari akhir sebagai proses#

Bagi manusia awal dan akhir sebagai waktu adalah ditandai oleh saat kelahiran yang dicatat waktunya ; detik, jam, tanggal, bulan dan tahun seperti dalam akte kelahiran. Pada saat kematian dicatat dalam batu nisan tanggal, hari, bulan dan tahun#

Dalam perjalanan waktunya ada pengalaman naik turun dan jatuh bangun. Kitab suci mengisyaratkan ; demi perguliran waktu, sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali mereka yang beriman dan beramal salih, berkomitmen pada kesabaran dan kebenaran#

Perguliran waktu menghadapkan diri manusia untuk berhitung dan mengevaluasi diri, bukan hanya untuk bersenang-senang dan lupa diri. Sesungguhnya mereka yang naik dan mereka yang turun, mereka yang jatuh dan mereka yang bangun, mempunyai masa lalu dan masa depan yang sama untuk suatu pertanggung jawaban atas hidupnya#

Kebenaran hanya bisa diwujudkan dengan kesabaran. Kesabaran menjalani kebenaran adalah makna hakiki kehidupan ini. Perguliran waktu adalah berkah, karena waktu adalah Tuhan itu sendiri.

Keperkasaan dan kedahsyatan waktu telah menggulung semua yang ada di dalamnya, tidak ada yang ditemukan di luar waktu, karena semua penemuan berada dalam waktu. Waktu menentukan jadwal suatu pergerakan. Begitulah peradaban terus bergulir jatuh bangun dari dulu, kini dan esok#

Sesungguhnya dalam waktu kita berbuat dan dalam waktu kita pun menjadi. Perbuatan kita menjadi kejadian diri kita sendiri. Jangan sia-siakan waktu, agar waktu tidak menyia-nyiakan kita sendiri di dalamnya. Tuhan pun bersumpah demi waktu#

Katanya waktu itu seperti pedang tajam, siapa yang tidak bisa menggunakannya dengan baik, maka dia akan ditebas oleh pedangnya sendiri. Tahun baru adalah sebuah pedang tajam bagi kita#

Prof. Musa Asy'arie

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel