Pak Sutopo, birokrat teladan versi New York Time dalam bidang penanganan kebencanaan

Pak Sutopo adalah birokrat teladan. Wajar The New York Time sabtu lalu menampilkan profil beliau sebagai salah satu tokoh penting dalam penanganan kebencanaan di Indonesia. Pak Sutupo melawan Kanker paru-paru Stadium 4b yang dideritanya dengan cara terus beraktifitas memberi banyak kebajikan dan kemanfaatan untuk orang lain. Dalam prediksi medis, mungkin hanya keajaiban yang bisa menyembuhkan kanker yang dideritanya. Dokter memprediksi hidupnya hanya tinggal 1-3 tahun. Jangankan beraktifitas normal seperti kita, bernafas pun beliau kerap merasakan kesakitan. Tapi, itu tak menghalanginya untuk terus bekerja dengan dedikasi yang luar biasa.

Pak Sutopo menyampaikan informasi perihal bencana dengan takaran yang sangat pas! Beliau turut mendobrak cara komunikasi instansi pemerintah kepada publik yang acapkali kaku, birokratis, dan penuh dengan tendensi normatif. Beliau paham betul kapan harus bicara detail, kapan bicara eksplisit, atau bahkan kapan bicara yang asik dan lucu. Beliau menyajikan informasi bencana dengan terbuka namun tak telanjang. Narasinya tentang informasi bencana telah menenangkan ribuan atau bahkan jutaan orang di Indonesia. Hoax bencana dilawan dengan data yang presisi dan disajikan dengan gaya bahasa yang renyah, sederhana, dan menyenangan.

Sebagai aparatur, pak Sutopo menginspirasi banyak pegawai lain untuk memberikan pengabdian terbaik untuk negara. Saat sebagian oknum aparatur lain sibuk membuat kegiatan dadakan untuk berebut menjadi pahlawan penyerapan anggaran, sebagian oknum lainnya sibuk berebut perjalanan dinas dengan dalih pemerataan ekonomi kerakyaatan, dan sebagian lainnya sibuk mencari celah menggerogoti keuangan negara, Pak Sutopo justru sedang berpikir keras bagaimana dirinya bisa terus memberi manfaat sebanyak-banyaknya untuk orang lain.

Sebagai sesama aparatur negara, sungguh, saya malu sendiri melihat kesungguhan beliau. Pak Sutopo, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, beliau adalah wong Boyolali yang sangat mengangumkan.

Penulis: Teguh Arifiyadi, S.H, M.H., Founder Indonesia Cyber Law.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel