Paduka MUHAMMAD

PADUKA MUHAMMAD

Paduka..
Meski ini hanya catatan, tapi inilah isi hati yang ingin kami sampaikan, padamu sang junjunan.

Paduka..
Tahun yang sedang menjelang pergantian, kami sambut dengan cara meletupkan takbir serta pujian, dan sesekali dengan kembang api yang menutup bulan. Dalam kebersamaan, juga dalam kesendirian. Hati kami sedang dinaungi harap dan iman, bahwa kau pun sedang duduk menyaksikan. Sebab tanah hanya mampu menelan jasadmu yang rentan, sedangkan nur-mu tentu bersemayam di samping Tuhan.

Paduka..
Tiga ratus enam puluh hari yang sudah berjalan, kami menyadari jika pengabdian yang dilakukan begitu penuh kecacatan. Syahadat kami tak kunjung membekas dalam kehidupan, bacaan Qur'an kami hanya sampai di tenggorokan, shalat kami hanya demi memenuhi kewajiban, zakat yang kami keluarkan hanya agar disebut dermawan, bahkan puasa kami hanya sebatas menahan haus lapar dan persetubuhan. Kendati demikian, kepada Tuhan, kami tak akan pernah putus asa meminta rahmat dan belas kasihan. Sebab putus asa dari rahmat Tuhan, adalah sesuatu yang paling kau kecam dan haramkan.

Paduka..
Seringkali kami mengkhayalkan, bahwa jasadmu hidup kembali memberi tuntunan. Supaya kami mengerti dan penuh keyakinan, kemana kami harus melangkah dan berjalan. Karena semenjak kau menuju keharibaan, kami dirundung banyak kebingungan dan kebimbangan: mana jalan Tuhan, mana jalan setan. Mana manusia tauladan, mana manusia penghasut kebencian.

Paduka..
Di pergantian tahun yang penuh suka cita dan penyesalan, banyak dari umatmu yang pulang ke kampung halaman, membayar rindu pada kesejatian tanah kelahiran. Tapi di tempat lian, ada ratusan orang bertemu kematian, dihantam gelombang air yang penuh kemarahan. Dampingilah ruh mereka wahai junjunan, sebab hanya dirimu dan syafaatmu yang paling bisa diandalkan, disaat seorang manusia menemui Tuhan Yang Maha Tak Terbayangkan.

Paduka..
Dalam pergantian tahun yang penuh keberkahan, doakanlah kami yang masih menjalani kehidupan, agar bisa bertemu orang tua dan handai taulan, para guru juga kawan-kawan, untuk saling berjabat tangan, untuk saling menghujamkan senyuman, untuk saling memaafkan, untuk saling mendoakan, untuk saling berbagi kebahagiaan, penuh keikhlasan, sebagaimana yang kau ajarkan.

Paduka..
Dalam pergantian tahun yang penuh pesta pora sekaligus kepedihan, doakan agar di tahun berikutnya kami bisa melakukan sebenar-benar penghambaan. Cipratkan sedikit air matamu pada jiwa kami yang tak pernah ihsan, dan pukulah oleh tangan sucimu akal kami yang miskin pemahaman. Tolong kabulkan, tolong kabulkan, tolong kabulkan, duhai junjunan.

*Abdul Mughni Shiddiq

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...