Nilai Humanisme dalam definisi 'Wajib' Imam Syairazi

Masih dari kajian Kitab Al-Luma':  Imam Syairazi mendefinisikan wajib secara pendek: ما يتعلق العقاب بتركه
Sama ketika beilau mendefinisikan sunnah. wajib menurut beliau beda dengan definisi yg sering kita hafal yaitu: ما يثاب على فعله ويعاقب على تركه

Ada rahasia yg cukup dalam dari definisi yang diunggah (ini bahasa medsos) beliau, yaitu bahwa beliau sekali lagi memilih redaksi yg tidak berbau mewajibkan kepada Allah. Pahala dan siksa adalah rahasia Allah. Kita tidak mampu menyentuhnya. Melaksanakan wajib saja belum pasti dapat pahala karena banyak komponen untuk bisa mendapatkan pahala.

Imam Syairazi memilih definisi wajib adalah apa yg jika ditinggal bisa terkait dengan siksa. Di sinipun beliau tidak mau memastikan bhw meninggalkan wajib pasti kena siksa.

Definisi beliau lebih menyentuh kepada aspek kemanusiaan. Yaitu dorongan agar wajib dilaksanakan justru dari dorongan kesadaran bukan keterpaksaan.

Meninggalkan kewajiban belum pasti kena hukuman. Tapi hukuman itu bisa terkena akibat meninggalkan kewajiban. Ini artinya jangan melihat hitam putih atas sikap orang yg terlihat meninggalkan kewajiban. Tapi perhatikan alasan apa di balik perbuatannya. Kita harus tanamkan keyakinan bahwa meninggalkan kewajiban artinya ada penderitaan yang mengintip kita. Wallahu a'lam

Penulis: Ustad Muhammad Niam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...