5 Kota Pusat Kekristenan Kuno di Dunia

Gereja Kristen dilahirkan di Yerusalem. Yesus dan para muridnya merupakan bagian tak terpisahkan dari mainstream religiusitas Yudais. Ketika penganiayaan merebak terhadap mereka di dalam Kota, mereka kemudian hijrah (berpindah ke tempat yang lebih baik) ke seluruh penjuru Dunia beradab.

Mereka berpindah ke sekian kota yang sejak dahulu, sudah terdapat komunitas besar kaum Yudais. Dari antara sekian banyak yang ada, setidaknya ada lima kota yang menjadi pusat-pusat bagi pertumbuhan dan perkembangan kekristenan kuno, yaitu Yerusalem, Alexandria, Antiokhia Siria, Roma dan Konstantinopel. Pada waktu itu secara politis, Timur-Tengah ada di bawah dua kekaisaran besar dunia. Romawi, dengan peradaban Hellenis di belahan Barat dan Partia/Persia berdiri di belahan Timur. Kelima kota pusat kekristenan kuno, pada awalnya terletak di wilayah dominasi politik Romawi.

Roma, sebagai pusat politik kekaisaran di sekitar Palung Laut Mediterania itu menjadi salah satu jujugan banyak orang dari segala bangsa di kolong langit. Semua jaringan jalan raya Eropa waktu itu terhubung ke Kota Abadi ini. Kesinilah juga Simon Petrus dan Paulus, dua murid Al Masih itu menyebarkan Injil dan memimpin gereja. Dan di sini jugalah keduanya menjadi martir Kristen. Para pengganti Petrus yang digelari Episkop (Uskup, istilah Arab-nya yang berarti penilik, pemimpin) meneruskan estafet kepemimpinan atas gereja di sana, hingga dua millenium kemudian.

Antiokhia Siria, sebagai pusat Provinsi Siria Romawi juga menyaksikan tumbuhnya jemaah-jemaah Kristen yang besar. Bahkan disinilah para pengikut Al Masih, baik yang  berlatar belakang Yahudi ataupun non-Yahudi, untuk  pertama kali disebut Kristen (Christianoi, artinya pengikut Kristus). Jemaah Kristen di Kota ini pun sempat dipimpin oleh Petrus dan Paulus serta Barnabas. Banyak pemikir Kristen cemerlang tampil dari Kota ini, seperti misalnya Johannes Chrisostomus (Abad kelima Masehi) yang kelak menjadi Uskup Agung Konstantinopel. Seiring waktu, peran jemaah Kristen di kota ini menyusut ketika Islam tampil di atas panggung sejarah dunia.  

Alexandria, sejak awal-awal didirikan pada sekitar abad keempat sebelum Masehi, sudah dihuni oleh orang-orang Yahudi. Bahkan pada waktu Yesus hidup, sepertiga dari populasi Alexandria adalah Yahudi. Markus, murid Petrus lah yang kemudian memimpin kekristenan awal di sana. Kepemimpinan intelektual Kristen juga lahir di Kota ini, seiring lahirnya pemikir-pemikir antik Kristen seperti Clemens dari Alexandria, Origenes, Athanasius dll. Ketika pengaruh Islam merebut dominasi atas Kota inipun, jemaah ini tetap memiliki pengaruh besar atas kehidupan kekristenan dunia. Hingga sekarang, Uskup Besar Koptik yang bertahta di Kota ini menjalin hubungan baik dengan para Grand Mufti Al Azhar, di Cairo.

Konstantinopel memainkan peranan sebagai salah satu pusat kekristenan sejak pendiriannya oleh Constantinus Agung pada abad keempat Masehi. Sebagai Uskup gereja di Ibukota Kekaisaran Roma Timur/Bizantium, para pemimpin gereja di Kota inipun memainkan peranan penting dalam kehidupan umat Kristen awal. Lima abad sebelum Kota ini jatuh ke dalam kekuasaan Islam, Uskup Agung Konstantinopel memainkan peranan penting untuk mengkristenkan Russia. Kota ini memainkan peranan penting sebagai pusat politik dan intelektual Kristen.  

Dan terakhir, Yerusalem, sebagaimana disebutkan di awal, merupakan pusat awal penyebaran kekristenan. Jadi meskipun pada perjalanan sejarah berikutnya, jemaah Yerusalem tidak menghasilkan kepemimpinan baik organisatoris maupun intelektual, namun karena peran historisnya sajalah, kota inipun tetap menjadi pusat bagi kehidupan Kristen, hingga hari ini. Jemaah Kristen di Kota ini menjadi pemelihara banyak situs-situs sejarah yang berhubungan langsung dengan kisah hidup Al Masih selama dua millenium keberadaan Gereja di muka bumi ini.

Dari kelima kota tersebut, empat di antaranya sekarang ada di bawah dominasi Islam.

***

Penulis: Ronald Tatipikalawan Pelaupessy

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel