Gaya hidup penyebab Jantung Koroner

Studi terbaru menunjukkan gaya hidup tidak sehat yang banyak dianut anak muda saat ini membuat prevalensi usia pengidap penyakit jantung koroner semakin rendah. "Kesadaran terhadap penyakit jantung koroner di masyarakat sangat rendah, padahal jumlah kasus ini dan kematian akibat serangan jantung terus meningkat setiap tahunnya.” kata Ketua Perhimpunan Dokter Kesehatan Jantung Wanita ltu di acara media brieheng Royal Philips dI Jakarta, kemarin.

Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Zamhir Setiawan mengatakan penyakit tidak menular sebagian besar disebabkan gaya hidup tidak sehat. Itu juga berkaitan dengan pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Kecenderungan masyarakat indonesia yang kebanyakan tidak tahu dan abai menyumbang meningkatkan penderita.

Penyakit jantung koroner penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia yang disebabkan tersumbatnya pembuluh darah koroner karena keretakan plak pada saluran utama pembawa darah dan oksigen ke jantung. Kondisi tersebut membuat terjadinya pembekuan / penggumpaIan pada saluran pembuluh darah koroner yang mengakibatkan otot jantung tak bisa bekerja.

Kepala Subdirektorat Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kementerian Kesehatan Zamhir Setiawan mengatakan, penyakit tidak menular sebagian besar disebabkan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan kurangnya aktivitas fisik. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang kebanyakan tidak tahu dan abai, jadi penyumbang meningkatnya penderita.

Studi yang dilakukan Kemenkes menyebutkan penyakit yang berkaitan deraan kardiovaskular menjadi penyebab utama dari kematian. "Perbandingannya; 1 dari 3 kematian di Indonesia diakibatkan penyakit kardiovaskular,” untuk itu, jaga pola hidup sehat.

Kemenkes pun meluncurkan kampanye CERDIK yaitu 'cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktifitas fisik, diet sehat, istirahat yang cukup, dan kelola stres akibat rutinitas sehari hari'. "Bersamaan dengan itu juga, kami memperkenalkan 3M dalam menjalankan kampanye CERDIK tersebut, yaitu Mulai dari sekarang, Mulai dari hal kecil dan terakhir Mulai dari diri sendiri," tandas Zamhir Setiawan.

Dikutip dari: mediaindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...