Lebih baik sakit di awal daripada menyesal di akhir

Ketahuilah, bahwa rasa sayang kita kepada seseorang, belum tentu dibalas oleh orang itu dengan rasa sayang yang sama dengan yang kita rasakan  kepadanya. Terkadang kita harus menerima kenyataan bahwa ternyata rasa sayang kita bertepuk sebelah tangan. Kita menyayangi seseorang yang sama sekali tidak menyayangi kita, atau sekedar pura-pura menyayangi, atau menyayangi namun hanya setengah hati saja.

Dalam menyayangi seseorang, jangan main-main atau setengah hati. Daripada seperti itu, lebih baik memilih untuk tidak terlibat kedekatan lebih jauh sama dia. Daripada kecewa di akhir, lebih baik sejak awal berusaha untuk menghindari kemungkinan itu. Seandainya harus memilih antara tidak pernah disayangi atau disayangi tapi setengah hati, tentu kita akan memilih yang pertama. Mengapa? Karena saat ia mau berkata jujur sejak awal, maka itu lebih melegakan, kita tidak rugi waktu, pengorbanan, juga perasaan.


Menyayangi seseorang itu memang beresiko, makanya kita harus cerdas dan siap mental, jangan cuma bawa perasaan. Ibarat orang ingin maju ke medan perang, tidak cukup apabila ia hanya membawa pedang saja, tapi dia juga butuh tameng untuk melindungi dirinya. Saat kita telah yakin bahwa dia orang yang benar-banar pantas untuk diaayangi, kita juga harus siap untuk benar-benar totalitas dalam memperjuangkan cita-cita dan harapan masa depan bersamanya. Namun bila ternyata harus kandas di tengah jalan, kita juga harus punya tameng untuk melindungi diri kita dari rasa sakit yang berlebihan dan berkepanjangan.

Memang ada sebagian orang yang mungkin menahan rasa sayang itu agar tidak terlalu over sebelum terikat dalam ikatan pernikahan. Bisa jadi juga karena dia memang tipe orang yang untuk dapat benar-benar menyayangi seseorang, membutuhkan waktu dan proses yang cukup lama. Jadi bukan berarti dengan berkata seperti itu, rasa sayangnya hanya setengah hati saja.

Menyayangi seseorang merupakan sebuah rasa yang muncul dari lubuk hati kita yang terdalam, dan terkadang kita sendiri tidak mampu menjelaskan apa alasannya dan mengungkapkan rasa itu ke dalam untaian kata-kata. Dan yang jelas, jangan coba-coba untuk mengatakan bahwa kita menyayangi seseorang sementara hati kita berkata sebaliknya. Tentu jika seandainya kita ada di posisi orang tersebut dan mampu membaca isi hati kita, tak terbayangkan betapa sakitnya bukan?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel